Persipura

Laporan Sudah Masuk ke Badan Yudisial PSSI, BTM: Kalau Berjalan Baik, Persipura Tetap di Liga 1

Manajemen Persipura jayapura tak tinggal diam dengan persoalan pada kompetisi Liga khususnya pada laga pekan ke-34.

Editor: Roy Ratumakin
Media Officer Persipura
Para pemain Persipura saat merayakan gol. Diketahui, hari ini, Rabu (6/4/2022) manajemen telah mengirim surat resmi ke PSSI guna meminta otoritas sepakbola Indonesia itu lakukan investigas terhadap laga pekan ke-34. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura tak tinggal diam dengan persoalan pada kompetisi Liga khususnya pada laga pekan ke-34.

Menurut manajemen Persipura, dalam dua laga tersebut tak menjunjung nilai sportivitas.

Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano (BTM) mengatakan, surat laporan yang dilayangkan pihaknya sudah berada di tangan Badan Yudisial PSSI.

Baca juga: BTM Akui Tak Ambil Pusing soal Tudingan Tak Becus Urus Persipura yang Berakhir Degradasi ke Liga 2

Untuk itu, pihaknya mohon dukungan dan doa dari masyarakat Papua terkait laporan tersebut.

“Kami mohon dukungan doa dan pengawalan dari publik sepakbola tanah air, khususnya pecinta Persipura atas laporan kami yang sudah masuk ke badan yudisial federasi, sekiranya dapat membuahkan hasil, dan sesuai harapan kita,” kata BTM dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (7/4/2022.

Dikatakan, apa yang dilakukan pihaknya berdasarkan video rekaman pertandingan dan daftar susunan pemain tergambar dugaan pelanggaran fair play dan pelanggaran regulasi.

“Harapan kita, komisi disiplin dan komite etik dapat bekerja adil, jujur dan transparan dalam investigasinya. Kami mohon juga agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena kita semua tahu bahwa Badan Yudisial adalah badan yang independen,” ujarnya.

BTM bilang, bila semua berjalan baik, maka sudah barang tentu Persipura bisa tetap berada di Liga 1 musim depan.

Baca juga: Persipura Degradasi, Ini Kata Zulham Zamrum

“Musim ini kita banyak rintangan dan halangan, diawali dulu saat jatah AFC, (jatah) kita justru diberikan PSSI ke klub lain. Sejak saat itu, kita mulai merasakan gejolak-gejolak yang lain, termasuk perlakukan tidak adil dan merata dari LIB hingga kami tidak ikut Piala Menpora,” tukasnya.

“Kami menolak keinginan gelar kompetisi tanpa degradasi, saat itu ada Exco PSSI yang juga pemilik Klub yang hubungi kami menyampaikan akan pinjamkan pemain asingnya bila kami dukung tanpa degradasi.”

Baca juga: Hari Ini, Persipura Layangkan Surat ke PSSI Guna Investigasi Laga Pekan ke-34

“Kemudian saat kompetisi baru berjalan beberapa pertandingan, ada Exco PSSI lainnya yang juga pemilik klub menghubungi kami dan menyampaikan seakan-akan sudah tahu bila kami akan degradasi. Kemudian perlakuan tidak fair dan tidak adil dari LIB sehingga kita tidak hadir saat menghadapi Madura United, hingga pertandingan terakhir kompetisi yang menurut kami janggal,” sambungnya.

Semua hal itu, kata BTM terasa aneh, dan itulah kenyataan yang manajemen rasakan. BTM pun berharap, semoga perjuangan ini membuahkan hasil. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved