Persipura

Tak Ada Fasilitas, Persipura Tak Miliki Syarat Bertahan di Sepak Bola Modern

Terdegradasinya Persipura Jayapura terus menjadi perbincangan hangat bagi seluruh masyarakat Papua dan pecinta sepak bola nasional

Penulis: Stella Lauw | Editor: Musa Abubar
Kompas.com
Persipura Tengah Terpuruk Bersiap Menuju Liga 2 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Terdegradasinya Persipura Jayapura terus menjadi perbincangan hangat bagi seluruh masyarakat Papua dan pecinta sepak bola nasional, Jumat (7/4/2022).

Kritis tajam terus dilancarkan pada manajemen Persipura yang dinilai gagal mempertahankan eksistensi Sang Jenderal.

Baca juga: RESMI, Pertamina Larang Konsumen Beli Pertalite Pakai Jeriken

Bahkan, Mutiara Hitam hari ini dianggap tidak memiliki syarat utama untuk berkasta di Liga 1.

Anggapan tersebut datang dari sosok Founder Uni Papua, Harry Widjaja dalam diskusi publik terkait masa depan Persipura yang diikuti Tribun-Papua.com.

“Persipura tidak memiliki syarat untuk bertahan di sepak bola modern Indonesia, mereka tidak memiliki fasilitas apa-apa,”kata Harry.

Baca juga: Ini Fakta Perekrutan Ricky Kambuaya ke Persib Bandung

Pemilik klub sepakbola non profit di Papua itu juga menyatakan bahwa hingga saat itu tidak terlihat memiliki aset penting dalam menunjang tim.

“Instrasuktur dasar sepak bola yang maju tidak dimiliki Persipura, bagaimana mau menjalankan sport science,”ujarnya.

Baca juga: Pemeliharan Listrik, Hari ini Kota Jayapura Mati Lampu 8 Jam

“Pemain adalah aset, perlakukan mereka sebaik mungkin,”kata Founder Uni Papua itu.

Harry kembali menyinggung soal manajemen Persipura yang kini menjadi masalah utama tim.

“Apa yang tidak keliatan saat ini di Persipura itu lebih penting dari pada yang terlihat, yaitu manajemen,”ujarnya.

Baca juga: RUU 3 Provinsi di Papua Gunakan Nama Wilayah Adat, Berikut Daftarnya!

“Manajemen tidak perlu alergi, Persipura dituntut profesional dan transparan,Harga diri dan rasa malu mohon dijadikan standart manajemen Persipura, jadi jika gagal ya mundur saja dan legowo,”kata Harry.

“Biarkan mereka yang lebih siap dan profesional untuk maju,”tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved