Minggu, 12 April 2026

KKB Papua

Ali Teu Kogoya Tewas, KKB Bakar 16 Rumah Warga di Puncak Papua

Ali Teu Kogoya (35) anggota KKB tewas ditembak Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz di Ilaga, pada Minggu (3/4/2022).

Editor: Roy Ratumakin
Dok. Satgas Damai Cartenz
Anggota KKB Papua Ali Kogoya Tewas Ditembak Satgas Damai Cartenz di Ilaga, Kab. Puncak, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tidak terima dengan tewasnya Ali Teu Kogoya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) marah dan membakar 16 rumah warga di Distrik Ilaga, Kabuapaten Puncak, Papua.

Diketahui, Ali Teu Kogoya (35) anggota KKB tewas ditembak Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz di Ilaga, pada Minggu (3/4/2022).

Ali Teu Kogoya ditembak saat sedang mengamati pos keamanan saat dikejar aparat keamanan.

Baca juga: Ini Sosok Anggota KKB Ali Kogoya, Tewas di Tangan Satgas Damai Cartenz

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebut, lokasi penembakan tidak jauh dari pos keamanan dan Polsek Ilaga.

"Kalau garis lurus itu cuma 200 meter saja, Kejadian satu bulan lalu yang masyarakat kena tembak itu, juga di daerah situ," ujar Kombes Faizal Ramadhani, di Jayapura, Senin (4/4/2022).

"Tentunya kalau dia sedang di situ ada yang sedang diamati."

Aksi teror kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Disinyalir, KKB pimpinan Numbek Tenggen pelaku pembakaran rumah tersebut.
Aksi teror kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Disinyalir, KKB pimpinan Numbek Tenggen pelaku pembakaran rumah tersebut. (Istimewa)

Menurut Faizal, keberhasilan aparat keamanan mendeteksi keberadaan Ali Teu Kogoya merupakan perintah Kapolda Papua kepada Polres di daerah rawan untuk memperkuat pengamanan di dalam kota.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, aksi pembakaran 16 rumah tersebut terjadi pada Selasa (5/4/2022) dan Rabu (6/4/2022).

Kata Mathius, aksi tersebut dilakukan KKB lantaran tak terima seorang anggota mereka, yakni Ali Teu Kogoya, tewas ditembak Polisi.

Baca juga: Numbuk Telenggen Kembali Berulah di Puncak Papua, Rumah Warga Dibakar

"Ada 16 rumah yang terbakar semua, jumlah kerugian materil belum dihitung," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakiri di lansir dari Kompas.com, Kamis (7/4/2022) malam.

Kata Mathius, ketika aksi pembakaran dilakukan KKB, aparat terlambat memadamkan api.

Hal ini dikarenakan mereka diserang KKB ketika menuju ke lokasi kebakaran.

"Jadi saat personel mau ke lokasi mereka diadang KKB dan akhirnya kontak senjata selama dua jam. Jadi untuk rumah-rumah yang terbakar terlambat penanganan," kata Fakiri.

Baca juga: Tewas Ditembak karena Melawan, Anggota KKB Ali Kogoya Sedang Amati Pos Keamanan saat Dikejar Aparat

Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka dari sisi aparat keamanan dan masyarakat sipil.

Sedangkan bagi warga yang rumahnya terbakar, untuk sementara mereka mengungsi di Polres Puncak dan bangunan milik Pemkab Puncak.

Kapolda meyakini hal itu dilakukan sebagai bentuk balasan dari tewasnya Ali Teu Kogoya beberapa hari sebelumnya di Ilaga.

"Biasanya kalau ada kelompok mereka yang kena tembak atau ditangkap petugas, selalu ada balasan, kita sudah ingatkan ke personel untuk siaga dan saya minta untuk tidak mudah terpancing karena pasti ada aksi balasan," terang Fakiri. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved