Pendidikan

Luncurkan Kurikulum Belajar Bertajuk "Rapor Pendidikan Indonesia," Nadiem : Untuk Tanggulangi Krisis

Kemendikbudristek Nadiem kembali meluncurkan Merdeka Belajar ke-19 bertajuk "Rapor Pendidikan Indonesia"

Editor: Musa Abubar
Dokumen kemendikbudristek
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar ke-19 bertajuk “Rapor Pendidikan Indonesia” mengatakan Kurikulum Merdeka hadir untuk menanggulangi krisis pembelajaran di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan berdampak pada terciptanya generasi adaptif yang mampu bertahan menghadapi perubahan zaman dengan ‘kekuatan’ mereka sendiri.

Baca juga: Ali Teu Kogoya Tewas, KKB Bakar 16 Rumah Warga di Puncak Papua

Demikian disampaikan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo.

Dia mengatakan, kini Indonesia memerlukan kurikulum yang bersifat adaptif. Kurikulum adaptif menurutnya mengedepankan karakter serta kompetensi yang mendasar pada diri anak.

Baca juga: KKB Bakar 16 Rumah dan Baku Tembak 2 Jam dengan Aparat, Kapolda Papua Sebut Itu Serangan Balasan

“Dengan pola pikir yang adaptif, apapun masalah yang dihadapi mereka bisa diatasi secara mandiri karena mereka bisa berdiri di atas kekuatannya sendiri,” kata Anindito pada acara Ngobrol Tempo, Jakarta, Senin (4/4/2022) dikutib dari kemdikbud.go.id.

Dewan Pembina PGRI, Dudung Nurullah Koswara menyebut implementasi Kurikulum Merdeka memberikan perubahan besar terhadap guru dan siswa.

Lanjut dia, dengan mengedepankan proses pembelajaran yang esensial dan minat bakat, proses ini akan menjadi sebuah interaksi yang sesuai dan menciptakan ruang pembelajaran yang lebih positif.

Baca juga: Ingat Haji Endang Pemilik Jembatan yang Viral? Beli Pajero Sport Pakai Koin Rp500: Showroom Kaget!

Menurut dia, dampak yang terjadi dengan Implementasi Kurikulum Merdeka membuat proses pembelajaran di ruang kelas terasa lebih merdeka.

Hal ini, kata dia, tentunya akan melahirkan masyarakat yang berkembang secara positif dengan cara yang lebih merdeka di masa mendatang.

“Karena Kurikulum Merdeka memberikan proses pewarisan melalui proses pembelajaran yang lebih baik dan menarik,” ujarnya.

Baca juga: Aplikasi e-HAC Jadi Syarat Mudik Naik Pesawat, Ini Cara Mengisinya

“Kurikulum Merdeka menciptakan ruang terbuka belajar yang membuat karakteristik dan kompetensi didiagnosa sehingga proses belajar bukan pukul rata. Anak bukan bagian dari industri pendidikan,”katanya.

Guru Besar FKIP Unika Widya Mandala Surabaya, Anita Lie mengapresiasi berbagai episode Merdeka Belajar termasuk salah satunya adalah Kurikulum Merdeka.

Menurut dia, langkah tersebut dapat mengubah dan mentransformasikan sistem pendidikan menjadi lebih baik karena setiap episode Merdeka Belajar bergerak secara sinergis sesuai fokusnya masing-masing.

Baca juga: Jadi Korban Ulah KKB, Mathius Fakhiri: Warga Mengungsi ke Mapolres dan Bangunan Pemkab Puncak

Dia mengatakan, Kurikulum Merdeka saling bersinergi dengan pengembangan kompetensi guru dan platform Merdeka Mengajar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved