Nasional

Alasan Jokowi Buka Suara soal Pemilu 2024, Terdesak Demo Mahasiswa se-Indonesia?

Oleh karenanya tidak muncul lagi isu lain seperti adanya upaya penundaan pemilu di masyarakat.

KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Mahasiswa dari berbagai kampus Tasikmalaya berunjukrasa dan mengumandangkan lagu Reformasi protes kebijakan pemerintah serta menduduki gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022) sore 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Usai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024, Minggu (10/04/2022), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjamin Pemilu 2024 tak ditunda seperti yang diisukan beberapa waktu belakangan.

Dalam Ratas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat tersebut, Jokowi secara khusus meminta meminta jajarannya menyampaikan kepada publik bahwa jadwal pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak sudah ditetapkan.

Oleh karenanya tidak muncul lagi isu lain seperti adanya upaya penundaan pemilu di masyarakat.

“Saya kira sudah jelas semuanya sudah tahu bahwa pemilu akan dilaksanakan 14 Februari 2024.”

“Ini perlu dijelaskan jangan sampai nanti muncul spekulasi-spekulasi yang isunya beredar di masyarakat bahwa pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penundaan pemilu atau spekulasi mengenai perpanjangan jabatan Presiden dan juga yang berkaitan dengan soal tiga periode.”

“Karena jelas bahwa kita telah sepakat pemilu dilaksanakan tanggal 14 Februari dan pilkada dilaksanakan nanti di November 2024, sudah jelas semuanya,” ujar Presiden.

Baca juga: Luhut Buat Jokowi Berang Malah Diberi Jabatan

Jokowi juga menjelaskan bahwa tahapan pemilu tahun 2024 sudah akan dimulai di pertengahan bulan Juni ini.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 167 ayat (6) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 (UU Pemilu) yang menyebut bahwa tahapan penyelenggaraan pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Belakangan, isu Jokowi Tiga Periode memang menyita perhatian publik di tanah air.

Bahkan, Jokowi sendiri sampai melarang para menterinya untuk berbicara soal itu.

Baca juga: Awalnya Suarakan Jokowi 3 Periode, Kini Golkar Dukung Pelaksanaan Pileg dan Pilpres Sesuai Jadwal

Terkait isu tersebut, mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia turun menggelar aksi menolak Masa Jabatan Jokowi 3 periode tersebut.

Aksi tersebut kemudian pecah di sejumlah daerah.

Unjuk rasa yang terjadi di pertigaan Jalan Sultan Alauddin - Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, itu sempat ricuh.

Kemudian, mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Bogor menggeruduk Istana Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Ini Kuncian Presiden Jokowi untuk Pemilu 2024 Bagi Perjabat Buat Gaduh

Di Tasikmalaya, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus wilayah berunjuk rasa di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, seruan demonstrasi juga digalakkan mahasiswa hingga pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) di Jakarta.

Bahkan aksi tersebut diviralkan melalui tagar #STMBergerak  #JakartaTutup sampai #JokowiTurun. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved