Pemkab Jayapura

Mathius Awoitauw: Peran Istri Ondofolo Sangat Penting dalam Kampung Adat

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan peran para istri kepala suku (Ondofolo) sangatlah penting di kampung adat.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Bupati Mathius Awoitauw saat membuka sosialisasi tugas dan fungsi pemerintahan kampung adat di 14 kampung adat serta sosialisasi program kerja PKK di kampung adat tahun 2022, di Hotel Horex, Sentani, Jayapura, Papua, Senin (11/4/2022). 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dalam rangka mengaktifkan peran PKK di tengah masyarakat adat, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan peran para istri kepala suku (Ondofolo) sangatlah penting di kampung adat.

Hal itu disampaikan Bupati Mathius Awoitauw kepada awak media saat membuka sosialisasi tugas dan fungsi pemerintahan kampung adat di 14 kampung adat serta sosialisasi program kerja PKK di kampung adat tahun 2022, di Hotel Horex, Sentani, Jayapura, Papua, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Pemkab Jayapura Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Pembangunan Kantor Klasis Gidi Cycloop Sentani

"Kemarin ibu-ibu PKK lapor soal PKK di kampung adat, maka hari ini kita undang para kepala-kepala suku dan ondoafi dan istrinya agar mereka dapat menjelaskan terkait peran mereka," kata Bupati Mathius.

Kata Buati Mathius, soal peran PKK di kampung adat cukup berbeda dangan peran PKK seperti biasanya.

"Mmereka harus melakukan perekrutan dalam sistim kampung adat itu sendiri, dan istri ondofolo harus menjadi pembina PKK di kampung-kampung adat ini," ujarnya.

Menurut Bupati Mathius, semua itu harus jalan sesuai struktur dan sistim yang ada di setiap kampung adat di Sentani.

Baca juga: Pemkab Jayapura Gandeng Tribun-Papua.com, Sekda: Komunikasi Dibangun Dengan Baik

"Saya pikir ini ada hal-hal yang baru, oleh sebab itu kita perlu lengkapi serta terus benahi agar kampung ini benar-benar hidup," katanya.

Tidak hanya itu, dalam tahapan perekrutan pengurus PKK di kampung adat juga tidk perlu dilakukan yang berlebihan.

"Cukup kepala suku dong (mereka) duduk dan bicara, sudah selesai, karena kedepannya mereka ini yang nanti bertanggungjawab. Ini namanya sistem musyawarah dan perwakilan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved