Belasan Penambang di Papua Barat Tewas

Sampaikan Duka bagi Korban Truk Maut, Dominggus Mandacan: Ini Kecelakaan Terbesar di Papua Barat

Kecelakaan truk maut yang merenggut belasan jiwa di di Minyambouw, Pegunungan Arfak, rupanya mendapat perhatian serius dari Gubernur Papua Barat.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kecelakaan truk maut yang merenggut belasan jiwa di di Minyambouw, Pegunungan Arfak, rupanya mendapat perhatian serius dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Gubernur Dominggus bahkan mendatangi kamar jenazah RSUD Manokwari untuk melihat para korban, Rabu (13/4/2022).

Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Otto Parorongan, Direktur RSUD Manokwari dr Alwan Rumosan dan Kepala Suku Flobamora.

"Kami turut berdukacita atas peristiwa ini, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan dan keluarga korban diberikan ketabahan," kata Dominggus Mandacan.

Baca juga: Truk Maut Renggut Belasan Nyawa di Papua Barat, Seluruh Korban Dievakuasi ke Manokwari

Peristiwa terbesar

Gubernur menyebutkan kecelakaan ini sebagai peristiwa tabrakan terbesar yang terjadi di wilayahnya.

"Ini merupakan peristiwa kecelakaan mobil paling besar yang memakan korban," kata Gubernur Mandacan.

Sementara Kepala Suku Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo menyebutkan, para korban akan diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur NTT, Kamis (14/4/2022).

Pemberangkatan menggunakan pesawat carter dari Manokwari ke NTT.

"Pihak yang mempekerjakan para korban ini bertanggung jawab, mereka memfasilitasi korban kembali ke kampung bersama keluarganya" kata Clinton Tallo.

Kepala Dinas Kesehatan, Otto Parorongan melaporkan proses penanganan para korban kepada gubernur.

Baca juga: Truk Hantam Tebing Penyebab Tewasnya Belasan Pekerja Tambang di Papua Barat: Ini Identitas Korban

"Ada beberapa korban di RS Warmare, ada juga di RS Provinsi Papua Barat dan juga ada yang di RSUD Manokwari dan RS AL" kata Kepala Dinas Kesehatan Otto.

18 orang tewas

Sebelumnya, truk yang memuat para pekerja tambang emas mengalami kecelakaan di turunan Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022).

Sebanyak 18 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Kini para korban diidentifikasi di RSUD Manokwari.

Identitas Belasan Korban Meninggal

Berikut ini nama identitas dari 16 orang korban meninggal dunia saat kecelakaan lalu lintas di kilo 10 jalan trans Pegunungan Arfak menuju ke Manokwari, Papua Barat, dihimpun Tribun-Papua.com:

  1. Andre (27) merupakan sopir dan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bertempat tinggal di Arowi Kabupaten Manokwari.
  2. Servasius Lelok (40) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
  3. Alexander Mauk Butak (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.
  4. Ardianus Kin berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
  5. Linda (20) bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
  6. Paulus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
  7. Istin Nahak (3), berasal dari Atambua NTT, bertempat tinggal di Reremi, Manokwari.
  8. Hengki Boymau (32), berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
  9. Santus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
  10. Stevanus Malik (39) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
  11. Edmon Aliando berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
  12. Bernadus Nahak (25) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
  13. Yohanes A Tomauk (25) Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
  14. Vincensius K Nahak (41) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
  15. Gregorius Kefi (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
  16. Lau Servas (35) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.  

Sementara, identitas dua korban lainnya masih dalam proses konfirmasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur Papua Barat soal Tabrakan Truk Maut Pegunungan Arfak: Kecelakaan Terbesar Selama Ini",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved