Sabtu, 13 Juni 2026

Belasan Penambang di Papua Barat Tewas

Kecelakaan Maut di Papua Barat: Istri Kritis, Suami dan Anak Meninggal

Akibat kecelakaan maut di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat, Rabu (13/4/2022), sebanyak 18 warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Adlu Raharusun
Jenazah Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kilometer 10 Turunan Distrik Minyambouw Pegunungan Arfak. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Akibat kecelakaan maut di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, Rabu (13/4/2022), sebanyak 18 warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal.

Hasil identifikasi, menyebutkan satu keluarga asal Kabupaten Belu, menjadi korban.

Ayah dan anak berusia 3 tahun dinyatakan meninggal dunia, sementara, sang istri hingga kini masih dirawat dan dalam keadaan kritis.

Diketahui, jenazah para korban kecelakaan maut tersebut diterbangkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/4/2022) pagi.

Baca juga: Identitas 18 Jenazah Korban Truk Maut Papua Barat yang Diterbangkan ke Kupang Hari Ini

Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF)-NTT di Papua Barat Clinton Tallo mengatakan, jenazah belasan warga NTT itu diterbangkan ke kampung halaman mereka, sekitar pukul 10.15 WIT.

Menurutnya, pesawat Lion Air yang mengangkut 18 jenazah, terbang langsung dari Manokwari menuju Bandara El Tari Kupang.

Proses pengiriman 18 Jenazah dari Manokwari ke Nusa Tenggara Timur didepan Terminal Cargo Bandara Rendani. (Adlu Raharusun )
Proses pengiriman 18 Jenazah dari Manokwari ke Nusa Tenggara Timur didepan Terminal Cargo Bandara Rendani. (Adlu Raharusun ) (Tribun-Papua.com/Kompas.com)

Salah satu keluarga korban kecelakaan asal Kabupaten Malaka, Her Nahak mengatakan, sebagian keluarga menunggu kedatangan jenazah di Bandara El Tari Kupang.

"Nanti sebentar jam 12.00 Wita, kami ke Bandara El Tari Kupang, untuk menjemput jenazah keluarga kami yang bernama Vinsensius K Nahak (41)," ujar Her.

Setelah tiba di Kupang, lanjut Her, jenazah Vinsensius akan dibawa menuju Kabupaten Malaka, dengan perjalanan darat sekitar enam jam lebih.

Baca juga: Pagi Tadi, 18 Jenazah Kecelakaan Maut di Pegaf Diterbangkan ke NTT

Menurut Her, Vinsensius sudah 20 tahun bekerja di Papua Barat.

"Kami keluarga merasa kehilangan dan semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan," ujar dia.

Sebelumnya, kecelakaan truk berpenumpang para pekerja tambang emas ilegal terjadi di turunan Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dini hari.

Kecelakaan maut tersebut menyebabkan 18 orang penumpang truk meninggal dunia. Mereka adalah para pekerja tambang emas ilegal yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved