Covid 19 Papua

AS Sebut PeduliLindungi Ambil Informasi Pribadi Pengguna Tanpa Izin, Nadia: Tuduhan Tak Berdasar!

Amerika Serikat menyebut PeduliLindungi memiliki kemungkinan untuk melanggar privasi seseorang.

Istimewa
Aplikasi Pedulilindungi 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berdasarkan laporan berjudul "Indonesia 2021 Human Rights Report" oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), pekan ini, disebutkan ada indikasi aplikasi pelacakan Covid-19 Indonesia, PeduliLindungi, telah melakukan pelanggaran HAM.

Disebutkan PeduliLindungi memiliki kemungkinan untuk melanggar privasi seseorang.

Pasalnya, informasi mengenai puluhan juta masyarakat ada di dalam aplikasi itu dan pihak aplikasi juga diduga melakukan pengambilan informasi pribadi tanpa izin.

AS pun menyebut indikasi ini sempat disuarakan oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Namun tidak dijelaskan secara rinci siapa saja LSM tersebut.

Baca juga: Jadi Syarat Mudik Naik Pesawat, Begini Cara Mengisi e-HAC di Aplikasi PeduliLindungi

Juru bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid pun menegaskan, tudingan tersebut tidak mendasar.

“Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," tutur Nadia dalam keterangan resminya Jumat (15/4/2022).

Menurutnya, jika membaca seksama laporan asli dari US State Department.

Laporan tersebut tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM.

Namun, ada pihak-pihak tertentu yang kemudian memberikan kesimpulan tersendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved