Hukum & Kriminal

VIRAL Pemukulan Dokter di RSUD Jayapura, Begini Sikap Tegas Manajemen

Video berisi tindakan pemukulan oknum warga terhadap seorang dokter di RSUD Jayapura, Papua, viral di media sosial.

Tribun-Papua
RSUD DOK II - Kemegahan bangunan RSUD DOK II di Kota Jayapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Video berisi tindakan pemukulan oknum warga terhadap seorang dokter di RSUD Jayapura, Papua, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu, pihak keluarga diduga mengeroyok seorang dokter sepsialis bedah onkologi, lantaran tak terima pasien meninggal usai menjalani operasi.

Video tersebut, juga menunjukkan pihak keluarga menuding dokter sebagai pembunuh orang asli Papua.

Menyikapi hal ini, Direktur RSUD Jayapura, dr Anton Mote meminta pihak kepolisian menangkap dan memeriksa pelaku pemukulan seorang dokter.

Baca juga: Dirut RSUD Jayapura Minta Polisi Periksa Pelaku Pemukulan Dokter

Langkah tersebut demi menjamin keselamatan dan keadilan bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas.

Anton mengharapkan agar kasus tersebut, dapat dituntaskan dan masalahnya menjadi jelas bagi kedua belah pihak, karena dikhawatirkan dapat berimplikasi pada dokter ataupun nakes lainnya yang ingin bekerja.

"Saya berharap ini bisa diselesaikan, dan diusut tuntas supaya kejadian ini tak terulang kembali," tegas Anton kepada Tribun-Papua.com melalui gawainya, Senin (18/4/2022).

Anton mengkonfirmasi kebenaran seorang dokter yang memang terkena pukulan dari keluarga pasien yang  meninggal dunia di RSUD Dok II Jayapura pada Sabtu (16/4/2022).

"Ini menimbulkan rekan-rekan sesama dokter lainnya takut, jika kejadian terulang dan menimpa mereka," ungkapnya.

Anton menegaskan, saat kejadian, tim dokter telah melakukan tindakan medis sesuai prosedur tetap.

"Pasien saat itu datang sudah dalam keadaan tidak stabil, makanya diambil tindakan medis dengan tentunya persetujuan pihak keluarga," jelasnya.

Mantan Direktur RSJ Abepura tersebut juga sangat menyesalkan aksi pemukulan oleh oknum warga terhadap tenaga kesehatan sebagai pekerja kemanusiaan.

Baca juga: Baru Seminggu Aloysius Diganti, Krisis Air Bersih Kembali Timpa RSUD Jayapura

"Mereka kemudian merekam dan mengatakan dokter di RSUD Jayapura makan orang Papua, ini tentu tidak betul dan saya minta ditindaklanjuti," tegas Anton.

Sebelumnya diketahui, beredar video di media sosial Twitter berdurasi 1 menit 27 detik yang menggambarkan situasi ketegangan antara sekelompok pemuda yang disinyalir merupakan keluarga korban menuntut seorang dokter RSUD Dok II.

Sontak video tersebut mendadak viral di media sosial, dan dibanjiri komentar warga net yang ingin mengetahui penyebab kejadian. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved