Hukum & Kriminal

Masih Ingat Kasus Penimbunan BBM Bersubsidi di Kantor ATR, Tersangka Berulang Kali Jual ke Wamena

Tersangka berinisial K (43 tahun) sudah berulang kali melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak jenis solar bersubsidi

Editor: Musa Abubar
Humas Polres Jayapura
Barang bukti berupa jerigen beris BBM bersubsidi yang disita Polres Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tersangka berinisial K (43 tahun) sudah berulang kali melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak jenis solar bersubsidi

Tersangka memilih Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Jayapura sebagai tempat paling aman untuk menimbun BBM bersubsidi tersebut.

Baca juga: Yasinta :Setelah Vaksin Booster, Naik Pesawat Hanya Bawa Tiket dan KTP

BBM yang ditimbun itu juga berulang kali dijual ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya dengan harga Rp800 ribu.

Demikian disampaikan Wakapolres Jayapura Kompol Deddy Agusthinus Puhiri melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Inilah 3 Rekomendasi DPRD Terkait Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Jayapura

Dia mengatakan, pengungkapan dan penangkapan tersangka penimbuan BBM bio Jenis Solar itu tanpa Izin. Tapi juga sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/239/ IV/2022/Reskrim, tanggal 15 April 2022.

Selain penangkapan terhadap pelaku, kata dia, polisi juga menyita beberapa barang bukti di antaranya, 1 unit truk DS 7673 J, 1 mesin pompa, selang, corong dan 1.140 liter solar yang disimpan dalam 4 drum plastik.

Baca juga: Peringati Malam Turunnya Al-Quran, Masjid Al Ikhlas Perumnas III Waena Gelar Khatam Quran

Selanjutnya, 8 jerigen ukuran 35 liter, 3 jerigen ukuran 20 liter, tersangka mengaku BBM jenis solar ini dijual lagi dengan harga lebih tinggi.

Kompol Deddy mengatakan, keterangan tersangka ia sudah berulang kali melakukan penimbunan BBM solar untuk dijual ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya dengan harga tinggi.

Baca juga: Rustan Saru Resmikan Rumah Mengaji Ar-Razaq, Harapkan Terlahir Insan Muslim Pengamal Al-Quran

"Tersangka K (44) penimbun BBM) jenis solar selama ini berlangsung di Belakang Kantor ATR BPN, Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura,"katanya.

Tersangka juga mengaku menjual kembali BBM ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya seharga Rp 800 ribu.

Baca juga: Belasan Pengacara Pendukung Persipura Siap Kawal Gugatan Persib dan Barito Putera

Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang migas. UU itu tentang setiap orang yang menyalahgunakan dan/atau niaga bahan bakar minyak.

Kemudian, bahan bakar gas yang bersubsidi pemerintah dipidana penjara paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp60 miliar. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved