Penyerangan Posramil Kisor

Masih Ingat Pelaku Penyerangan Posramil Kisor, Ada Dugaan Intimidasi dari Polda Sulsel

Para terduga pelaku penyerangan Posramil Kisor saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Proses rekonstruksi kasus penyerangan di Posramil Kisor, Kampung Maybrat, Papua Barat.(Humas Polda Papua Barat) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Para pelaku penyerangan Posramil Kisor saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Namun, dalam prosesnya, ada dugaan intimidasi terhadap tiga pelaku di Polda Sulawesi Selatan.

Hal ini dikatakan Leonardo Ijie selaku Kuasa hukum dari enam terduga kasus penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kata Leo sapaan akrabnya, sejak awal pembacaan dakwaan, keenam kliennya telah menolak dakwaannya Jaksa di PN Makassar.

Baca juga: FLASHBACK Penyerangan Posramil Kisor Maybrat, Penegakan Hukum hingga Kembalinya Pengungsi

"Atas dasar penolakan itulah kami mengajukan eksepsi atau keberatan kepada majelis hakim," kata Leo, kepada sejumlah awak media saat jumpa pers, Senin (18/4/2022) di Sekretariat LBH Kaki Abu Kota Sorong, Papua Barat.

Leo menuturkan, keberatan yang diajukan terkait dengan kewenangan mengadili, para terdakwa sejak awal diproses tidak didampingi kuasa hukum dan terdakwa yang diduga masih di bawah umur harus diperiksa usianya.

Leo mengaku, selama pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum, tidak ada satu orang pun yang mengaku melihat para terdakwa ada di lokasi kejadian yakni Posramil Kisor.

Seorang simpatisan KNPB Militan yang terlibat dalam kasus Posramil Kisor, Maybrat, akhirnya dibekuk Polisi di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 21 Februari kemarin.
Seorang simpatisan KNPB Militan yang terlibat dalam kasus Posramil Kisor, Maybrat, akhirnya dibekuk Polisi di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 21 Februari kemarin. (HUMAS POLDA PAPUA BARAT)

"Mereka tidak melihat dan juga mengetahui terkait pertemuan persiapan penyerangan Posramil Kisor, sesuai pernyataan jaksa dalam dakwaannya," tuturnya.

Ia berujar, pada persidangan tidak ada saksi dari pihak TNI yang dihadiri untuk menjelaskan kejadian tersebut.

Sehingga, berkas dan para keenam terdakwa dijadikan sebagai saksi mahkota dalam persidangan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved