Subsidi Minyak Goreng Papua

Mafia Minyak Goreng Ditetapkan Tersangka, Jokowi Beri Perintah Khusus

engan diusut tuntasnya kasus ini, kata Presiden, akan diketahui siapa sebenarnya yang bermain dalam sengkarut masalah minyak goreng sekarang ini.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Presiden RI Joko Widodo saat Ratas dengan Para Menteri terkait minyak goreng, Selasa (15/3/2022). (Instagram @jokowi) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Penetapan tersangka 4 mafia minyak goreng oleh Kejaksaan Agung memang menyita perhatian publik.

Bagaimana tidak, satu mafia di antaranya IWW yang menjabat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PLN Kemendag)

Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) berinisial SMA, dan General Manager di PT Musim Mas berinisial PT.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah Banyak yang Tak Sesuai HET, Jokowi: Artinya Memang Ada Permainan

Bahkan, Presiden RI Joko Widodo juga ikut buka suara perihal penetapan tersangka 4 mafia minyak goreng tersebut.

Presiden memberikan perintah khusus agar kasus yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat itu diusut hingga tuntas.

"Kemarin dari Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka urusan minyak goreng ini dan saya minta diusut tuntas," ujar Presiden di Pasar Bangkal Baru, Sumenep, Jawa Timur, Rabu, (20/4/2022).

Baca juga: Jokowi: Usut Tuntas Kasus Izin Ekspor Minyak Goreng agar Kita Tahu Siapa yang Bermain

Dengan diusut tuntasnya kasus ini, kata Presiden, akan diketahui siapa sebenarnya yang bermain dalam sengkarut masalah minyak goreng sekarang ini.

Pasalnya minyak goreng masih menjadi persoalan di tengah masyarakat meskipun pemerintah telah memberikan subsidi BLT Minyak Goreng.

Presiden berharap harga minyak goreng yang saat ini tinggi bisa kembali mendekati normal.

"Kita ingin harganya yang lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi, karena apa? Harga di luar, harga internasional itu tinggi banget, sehingga kecenderungan produsen itu inginnya ekspor, memang harganya tinggi di luar," katanya.

Baca juga: Kemendag Ibarat Maling Teriak Maling Usai Pejabatnya Jadi Tersangka Mafia Minyak Goreng

Presiden mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng ini.

Antara lain melalui beragam kebijakan seperti penetapan harga eceran tertingi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen.

Namun, Presiden melihat kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif dalam beberapa pekan ini.

"Di pasar saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan, artinya memang ada permainan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved