Hari Kartini

Kisah Patricia Mokay, Kartini dari Papua: Pulang Kampung dan Bangun Yayasan Pendampingan Anak

Ia bukanlah Raden Ajeng Kartini, inspirasi perempuan Indonesia. Namun, semangat Patricia bisa dikatakan cerminan dari Kartini hari ini.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Pendiri Papua Foundation, Patricia Christilotha Mokay, memegang seorang anak dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama anak di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua. (KOMPAS.COM/Roberthus Yewen) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Patricia Christilotha Mokay menjadi sosok panutan bagi perempuan milenial Papua.

Ia bukanlah Raden Ajeng Kartini, inspirasi perempuan Indonesia. Namun, semangat Patricia bisa dikatakan cerminan dari Kartini hari ini.

Patricia mengisi masa mudanya untuk bergerak di bidang sosial demi melayani anak-anak Papua yang ada di panti asuhan.

Bersama beberapa rekannya, Patricia mendirikan Yayasan Papua Foundation yang bergerak memberikan pelayanan sosial kepada anak-anak Papua di panti asuhan.

Sejarah tersebut diukirnya sejak 2019.

Baca juga: Yosina Haay, ‘Petarung Jalanan’ di Parkiran Ampera Guna Menyambung Hidup Keluarga

“Kami masih baru, sehingga menghabiskan waktu selama tiga tahun ini untuk memberikan pendampingan dan lebih banyak berinteraksi bersama anak-anak di panti asuhan,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (21/04/2022).

Alumnus Magsister Fakultas Fisospol Universitas Gajah Mada (UGM) 2019 ini mengatakan, selama beberapa tahun, pihaknya memberikan perhatian kepada Panti Asuhan Syalom yang berada di Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

“Kami memberikan fokus untuk memberikan perhatian kepada anak-anak di panti asuhan ini. Kita tidak sekali datang, tetapi kita selalu sering datang untuk menjenguk dan melihat mereka secara langsung,” ungkapnya.

Berbagi 

Alumnus Fisip Universitas Cenderawasih 2012 ini mengatakan, semenjak Yayasan Papua Foundation berdiri, ia bersama rekan-rekannya melakukan kunjungan kepada anak-anak di Panti Asuhan Syalom.

Lokasinya berada di negeri tapal batas, Kabupaten Keerom.

Hal ini merupakan bentuk komitmen yang dilakukan oleh Patricia bersama rekan-rekannya demi generasi penerus di Papua.

Bagi anak pertama dari tiga bersaudara ini, hal yang paling penting adalah berbagi kepada sesama, terutama anak-anak di panti asuhan.

“Kita biasa berbagi dengan adik-adik Papua di panti asuhan pada saat merayakan Natal bersama-sama dan ulang tahun Yayasan kita rayakan bersama-sama dengan adik-adik,” ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved