Korupsi Rp 1,3 M, Eks Pejabat Papua Barat Ditangkap di Yogyakarta

Penangkapan pria berinisial PPT (72) dilakukan di tempat tinggalnya yakni Jalan Ponpes, Desa Mbanjeng, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

istimewa
Tersangka PPT berjalan menuju salag satu ruangan di Kejati DIY, Kamis (21/4/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY bersama tim Kejati Papua Barat berhasil menangkap mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (21/4/2022).

Penangkapan pria berinisial PPT (72) dilakukan di tempat tinggalnya yakni Jalan Ponpes, Desa Mbanjeng, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta sekiranya pukul 7.20 WIB.

Baca juga: Lukas Enembe Diserang 5 Kabar Hoaks, Masyarakat Papua Diminta Bijak Bermedsos

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY Sarwo Edi mengatakan, PPT telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi Pengadaan Jaringan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010.

"Dari perkara itu total kerugian negara mencapai Rp1,3 miliar rupiah," Kata Sarwo Edi, Kamis siang.

Dalam kasus ini, terdangka disangkakan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pembrantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Undang-Undang Nomor  31 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  

Baca juga: Dirjen di Kemendag Jadi Tersangka, Fadli Zon: Mendag Harus Tanggung Jawab Secara Moral

Subsidair  pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pembrantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Undang-Undang Nomor  31 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Tersangka saat ini masih berada di Kejaksaan Tinggi DIY dan rencana akan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved