Papua Terkini

Selain Babi, Kelinci Juga Bisa Jadi Alternatif Ternak di Intan Jaya Papua

Kepala Kampung Bilogai Stevanus Belau mengatakan selain babi, budidaya kelinci juga menjadi salah satu alternatif ternak lain

Editor: Musa Abubar
Humas Polda Papua
Kepala Kampung Bilogai Stevanus Belau 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Kampung Bilogai Stevanus Belau mengatakan selain babi, budidaya kelinci juga menjadi salah satu alternatif ternak lain untuk membangun ekonomi masyarakat.

Tak hanya ternak Babi, kali ini Binmas Noken Intan Jaya mulai berinovasi dengan menggandeng Kepala Kampung Bilogai beternak kelinci.

Baca juga: Viral Video Parodi Tri Suaka dan Zinidin Zidan, Berakhir Minta Maaf hingga Respons Para Musisi

Demikian disampaikan Kepala Kampung Bilogai Stevanus Belau yang juga peternak kelinci di Intan Jaya.

Stevanus Belau mengatakan ternak kelinci ini sudah ada sejak lama, namun pihaknya terkendala beberapa hal yakni kandang dan juga pakan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Senin 25 April 2022: Leo Dikagumi Orang Lain, Scorpio Istirahatlah

"Ternak kelinci ini sudah lama kami buat namun terkendala kandang yang masih belum memadai dan juga pakan yang harus intens,"kata Stevanus melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Minggu (24/4/2022).

Menurutnya, kelinci ini juga sebenarnya salah satu alternatif peternakan selain babi yang selama ini masyarakat pelihara, hasilnya juga menguntungkan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 30 Wilayah di Papua Besok, Senin (25/4/2022): Mimika Hujan dari Siang hingga Malam

Dia berharap bantuan dari pihak kepolisian khususnya Binmas Noken bisa membantunya dalam membangun kandang peternakan kelinci yang selama ini masih belum dilihat oleh pihak manapun.

"Kami harap dengan adanya bapak-bapak dari tim Binmas Noken bisa bersama-sama dengan kami untuk membangun budidaya kelinci sebagai percontohan kepada masyarakat lain,"ujar Stevanus.

Baca juga: Data Keluhan Masyarakat, Tim Medis Binmas Noken Lakukan Pelayanan Kesehatan

Ia menyebut, dia sudah beberapa kali menjual kelinci namun tak merincikan keuntungan yang didpat.

Tapi juga, tambah dia, ia membagi kelinci kepada beberapa masyarakat lain untuk dibudidayakan. Kini dia baru memulai kembali dengan 4 ekor kelinci indukan yang terdiri dari 3 betina dan 1 jantan untuk nantinya dikembangkan kembali.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved