Rusia vs Ukraina

Tak Mau Menyerah, Ini Permintaan Presiden Zelensky ke Amerika Serikat

Ukraina digempur habis-habisan oleh Rusia. Invasi tersebut hingga kini masih berlangsung dan banyak mengorbankan nyawa aparat maupun warga sipil.

Editor: Roy Ratumakin
AP PHOTO/EFREM LUKATSKY
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memeriksa lokasi pertempuran baru-baru ini di Bucha dekat Kyiv, Ukraina, Senin, 4 April 2022. 

TRIBUN-PAPUA.COMUkraina digempur habis-habisan oleh Rusia. Invasi tersebut hingga kini masih berlangsung dan banyak mengorbankan nyawa aparat maupun warga sipil.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pihaknya berharap dapat mengamankan kesepakatan persenjataan berat dalam pembicaraanya dengan Menteri Luar Negeri AS dan Menteri Pertahanan AS di Kyiv pada Minggu (24/4/2022).

Zelensky mengatakan, persenjataan berat sangat penting bagi Ukraina untuk digunakan merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Misa Malam Paskah: Paus Fransiskus Kutuk Kekejaman Perang Ukraina

Selain itu, dia juga mengancam akan menghentikan pembicaraan dengan Moskwa jika Rusia menghancurkan rakyatnya di Kota Mariupol yang terkepung.

Pembicaraan dengan Moskwa juga akan dihentikan jika Rusia menggelar referendum untuk menciptakan lebih banyak republik yang memisahkan diri di tanah Ukraina yang baru diduduki.

Zelensky berujar, Rusia bisa saja menggunakan senjata nuklir, tetapi dia tidak ingin mempercayai bahwa Mioskwa akan menggunakannya.

 

 

Dia mengatakan bahwa sangat penting bagi Ukraina untuk mendapatkan lebih banyak senjata.

"Begitu kami memilikinya (lebih banyak senjata), segera setelah cukup, percayalah, kami akan segera merebut kembali wilayah ini atau itu, yang diduduki sementara," kata Zelensky kepada wartawan, Sabtu (23/4/2022).

Dia memanfaatkan konferensi persnya tersebut untuk mengumumkan kedatangan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada Minggu.

Baca juga: Bersama Korut, Iran, dan Suriah, Amerika Serikat Cap Rusia Negara Sponsor Terorisme?

"Besok kami akan membahas daftar senjata yang penting bagi kami dan kecepatan pengiriman ini. Kami mengharapkan ini. Kami ingin memiliki senjata berat yang kuat," kata Zelensky.

Zelensky turut mengatakan bahwa ada serangan rudal pada Sabtu yang telah menewaskan delapan orang di Kota Odesa, termasuk seorang anak berusia tiga bulan.

Dia mengatakan bahwa Sabtu adalah salah satu hari yang paling sulit bagi pasukan Ukraina yang terkepung di Kota Mariupol.

Zelensky menambahkan, Kyiv telah menawarkan Moskwa setiap kemungkinan kesepakatan pertukaran untuk pembebasan mereka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul - Ukraina Minta Persenjataan Berat dari AS saat Kunjungan Menlu dan Menhan

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved