Nasional

Waspada, Jangan Lakukan Swab Sendiri, Ini Bahayanya

Sejatinya swab itu tidak boleh dilakukan mandiri dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Editor: Musa Abubar
Kompas.com
Ilustrasi swab 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Sejatinya swab itu tidak boleh dilakukan mandiri dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

dr. Hemastia menyampaikan bahwa di awal-awal bukan karena pandemi Covid saja, swab memang harus dilakukan oleh dokter.

Namun karena pandemi Covid, dimana semua orang cukup bannyak terinfeksi Covid dan banyak orang yang harus dilakukan swab.

Baca juga: Kemenkes Sebut Papua dan Papua Barat Belum Sama Sekali Capai Eliminasi Malaria

Maka semakin ke sini harus mengajarkan ke tenaga medis lainnya karena jumlah dokter terbatas.

Bukan berarti dengan adanya kejadian tersebut, berarti dapat melakukan swab mandiri daripada kelamaan atau terlalu mahal di rumah sakit.

Sehingga memiliki ide untuk melakukan swab mandiri di rumah.

dr. Hemastia menyampaikan bahwa swab jika dilakukan sendiri memang cukup berbahaya, apalagi jika pasien memiiki riwayat hipertensi.

Baca juga: Elisabeth : POP Rubah SD YPPK Bunda Maria Pikhe Kabupaten Jayawijaya

Saat swab ketika mencolok hidung dengan posisi atau arah yang tidak benar, memang beresiko terjadi kebocoran otak.

dr. Hemastia mangatakan hal tersebut terjadi mungkin posisi terlalu menukik ke atas, karena sebenarnya yang dituju adalah nasofaring atau dibelakang hidung.

Nasofaring adanya didasar dari hidung dan paling ujung.

Baca juga: Tak Mau Menyerah, Ini Permintaan Presiden Zelensky ke Amerika Serikat

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved