Info BMKG

BMKG Sebut Gempa Berkekutan 5,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Keerom Papua, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG merilis pada Senin 25 April 2022 pukul 06.50.33 WIB gempa tektonik berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Senggi

Editor: Musa Abubar
ABCnews.
Ilustrasi gempa. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merilis pada Senin 25 April 2022 pukul 06.50.33 WIB gempa tektonik berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang wilayah Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,4.

Baca juga: Data Keluhan Masyarakat, Tim Medis Binmas Noken Lakukan Pelayanan Kesehatan

Lanjut dia, episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,79 derajat Lintang Selatan, 140,52 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Senggi, Keerom, Papua pada kedalaman 66 kilo meter.

Dia mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi kerak benua di bawah Jaya Wijaya Fold and Thrust Belt.

Baca juga: 288 Orang Terima Vaksinasi Booster, Amsal Yowei: Saya Bersyukur Masyarakat Sangat Antusias

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser (oblique-thrust),"kata Bambang melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (25/4/2022).

Menurut Bambang, Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Jayapura dan Keerom dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ) dan daerah Wamena II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

Baca juga: Jelang Idulfitri, Sat Samapta Polres Puncak Jaya Intensif Gelar Patroli

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,"ujarnya.

Bambang menyebut, hingga pukul 07.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock ).

Baca juga: Astra Mudahkan Pelanggan Mendapat Perawatan Sepeda Motor dengan Service Kunjung

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Baca juga: Aloysius Giyai Resmikan Monumen Kerahiman Ilahi, Ada Tempat Doa Ekumenis

Bambang meminta kepada masyarakat agar memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG).

Selanjutnya, website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved