Nasional

Tingkatkan Kewaspadaan COVID, Kemenkes Perkuat Karantina Wilayah

WHO telah menetapkan status novel coronavirus (COVID-19) sebagai darurat kesehatan global atau PHEIC.

Editor: Musa Abubar
Dokumen Kemenkes
Sekretaris Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - WHO telah menetapkan status novel coronavirus (COVID-19) sebagai darurat kesehatan global atau PHEIC.

Status tersebut mengharuskan negara-negara anggota agar lebih waspada dan lebih memperketat arus keluar dan masuknya warga negara tak hanya mainland Tiongkok namun juga negara terdampak COVID-19.

Baca juga: 288 Orang Terima Vaksinasi Booster, Amsal Yowei: Saya Bersyukur Masyarakat Sangat Antusias

Menyikapi hal itu, Sekretaris Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto mengatakan peningkatan kasus COVID-19 secara global yang sangat cepat dan potensi ancaman yang besar tersebut, Kementerian Kesehatan telah melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi COVID-19 masuk ke Indonesia salah satunya dengan pengetatan pemeriksaan kesehatan kepada penumpang.

Baca juga: Aloysius Giyai Resmikan Monumen Kerahiman Ilahi, Ada Tempat Doa Ekumenis

“Tidak lagi hanya mengandalkan thermal scan, namun juga di dalam pesawat dengan thermal gun. Ini dilakukan disemua pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara,” kata Yuri dikutib dari kemkes.go.id

Menurutnya, pengetatan pemeriksaan tersebut agar proses skrining kesehatan bisa terpantau detail satu persatu, dan memberikan himbauan kepada masyarakat yang sedang sakit agar menggunakan masker dan segera mengakses layanan kesehatan terdekat.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa Berkekutan 5,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Keerom Papua, Tidak Berpotensi Tsunami

Yuri menyebut kewaspadaan dini tak hanya melalui pintu masuk negara, namun penyiapan lokasi karantina juga menjadi perhatian pemerintah. Saat ini dibeberapa wilayah di Indonesia sudah melaporkan bahwa didaerahnya memiliki lokasi karantina.

“Beberapa daerah sudah melaporkan termasuk Aceh. Ada pekerja dari Tiongkok maka dilakukan karantina di perusahaannya dan kemudian diobservasi dan laporannya tidak ada masalah,"ujarnya.

Baca juga: Kemenkes Tetapkan 5 Regional Termasuk Papua-Papua Barat Target Eliminasi Malaria

"Di NTB ada beberapa mahasiwa kita kuliah di Tiongkok, mereka terus kita laukan pemeriksaan,”katanya.

Menurutnya, karantina wilayah tersebut dilakukan dengan pemantauan ketat dan pendampingan secara intensif oleh Dinas Kesehatan setempat. Yang bersangkutan diimbau untuk tidak melakukan kotak dengan orang lain, serta lebih dikedepankan sisi edukasi nCoV.

Baca juga: Gara-gara Oknum Vederasi Serikat Buruh Tak Bayar Jasa Angkot, Lohot Terancam Kehilangan Pekerjaan

Yuri menegaskan, sejak awal tak hanya saat merebaknya COVID-19, SOP kekarantinaan dilakukan secara disiplin, intensitasnya pun tidak ada yang diturunkan. Semuanya harus dilakukan secara disiplin dan rigid sesuai dengan protokol kesehatan dari WHO.

Ia menambahkan, Kemenkes juga selalu meningkatkan kampanye dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya promotif preventif terhadap penyebaran 2019-nCoV yang saat ini sudah diberi istilah COVID-19. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved