Covid19 Papua

Airlangga Hartarto: Target Vaksinasi Dosis Pertama di Papua dan Papua Barat Belum Tercapai

Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di wilayah Papua dan Papua Barat masih belum mencapai target.

Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berkunjung ke Papua beberapa hari lalu. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di wilayah Papua dan Papua Barat masih belum mencapai target.

Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian yang juga Koordinator PPKM luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto.

"Per 24 April 2022, masih ada dua provinsi yang capaian vaksinasi dosis pertama masih di bawah 70 persen, yaitu Papua Barat dan Papua," ujar Airlangga, melansir Kompas.com, Selasa (26/4/2022).

Sementara itu, ada 22 provinsi yang capaian vaksinasi dosis keduanya sudah lebih dari 70 persen.

Dari jumlah tersebut, 15 provinsi di antaranya berada di luar Jawa-Bali.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Terus Digenjot di Papua, Aaron Rumainum: Booster Lagi Naik Daun

"Sementara itu untuk vaksinasi dosis ketiga (booster) ada 25 provinsi yang sudah mencapai di atas 10 persen dengan 18 provinsi di antaranya berada di luar Jawa-Bali," jelas Airlangga.

Sementara, untuk vaksinasi dosis pertama bagi lansia, hanya tinggal 8 provinsi yang pencapaiannya masih di bawah 70 persen.

Adapun untuk vaksinasi dosis kedua bagi lansia baru ada 6 provinsi yang berhasil mencapai di atas 70 persen dengan 2 di antaranya berada di luar Jawa-Bali.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah menyediakan enam regimen vaksin Covid-19 untuk masyarakat.

Sehingga masyarakat bisa menyesuaikan kondisi kesehatan dengan berbagai jenis vaksin yang ada.

"Pemerintah berhasil menyediakan enam regimen vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini memungkinkan masyarakat untuk segera bisa menyesuaikan berbagai kondisi kesehatannya dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia," ujar Nadia dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Selasa.

"Regimen tersebut terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen, dan Sinopharm," tuturnya.

Menurut Nadia, regimen vaksin yang digunakan di Indonesia diperoleh dengan berbagai macam skema baik melalui pembelian langsung, kerja sama bilateral dan multilateral, skema hibah, dan COVAX Facility.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam rangka memenuhi stok vaksin untuk bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Menuju Zero Covid-19, Dinkes Kota Jayapura Genjot Vaksinasi Lansia dan Anak-anak 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved