Info Mimika

Evaluasi dan Validasi Honorer, Dinkes Mimika Usulkan 256 Nakes Ditetapkan Sebagai Tenaga Kontrak

tim evaluasi dan validasi tenaga honorer menerima tambahan usulan tenaga honorer kesehatan dari Dinas Kesehatan

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael Gomar 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini tim evaluasi dan validasi tenaga honorer menerima tambahan usulan tenaga honorer kesehatan dari Dinas Kesehatan kabupaten setempat

Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika , Michael Gomar yang juga selaku Ketua Tim Roling mengaku telah menerima usulan tenaga honorer oleh kepala Puskesmas melalui Dinas Kesehatan setempat.

Baca juga: Bupati Jayapura Sebut Pendidikan Dimulai dari Pembentukan Karakter

"Kurang kebih 256 tenaga kesehatan diusulkan kembali untuk tetap bekerja dan ditetapkan dalam kontrak kerja tahun 2022," kata Michael Gomar kepada Tribun-Papua.com, Selasa (26/4/2022).

Menurut dia, tim verifikasi dan validasi honorer hanya melakukan tugas dan fungsinya. Sementara penilaian kinerja seluruhnya menjadi tanggungjawab kepala Puskesmas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Petugas Evakuasi Jenazah Samsul Sattu, Tukang Ojek Korban Penembakan KKB di Ilaga

"Dari beberapa nama tenaga kesehatan yang diusulkan, diketahui sudah lama memgabdi,"ujarnya.

"Kami tim juga tidak bisa memastikan apakah selama mengabdi memiliki kinerja baik atau tidak,"katanya.

Terkait kinerja, kata dia, dikembalikan ke Kepala Puskesmas masing-masing karena dia yang lebih tahu anak buahnya.

Baca juga: Pemkab Mimika Alokasi Rp 17 Miliar Lebih Untuk Pembayaran THR, Marthen : Bayar Sebelum Hari Raya

Lanjut dia, hal itu demi mendukung rencana Dinkes Mimika melakukan roling terhadap tenaga kesehatan di kabupaten itu, agar tidak hanya bekerja di wilayah kota tetapi juga di pesisir dan pegunungan.

"Saya pikir kebijakan roling untuk pendistribusian nakes secara merata dilakukan oleh Dinas Kesehatan, itu langkah yang baik,"ujarnya.

Baca juga: Bupati Mathius : Yayasan Pendidikan Kristen Buka Peradaban di Papua

Menurut dia, ini semua mengacu pada penumpukan PNS dan honores di kota sehingga di pegunungan dan pesisir kekurangan tenaga kesehatan.

Dia mengatakan, sudah memberikan mandat kepada Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra untuk membagi nakes sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

Baca juga: 2 Anggota KKB Tewas di Puncak, Luki Murib Diduga Penembak Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu Danny

"Sebagai contoh tim menemukan pembagian nakes tidak merata seperti di Puskesmas Wania ada 40 nakes PNS, dan 70 tenaga honorer. Itu bisa di alihkan ke Puskesmas baru seperti di Mapar Tapormai dan Ipaya,"katanya.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu terjadi protes keras dari tenaga honorer Dinas Kesehatan Mimika, terhadap keputusan kontrak kerja tahun 2022.

Baca juga: Basarnas Jayapura Siagakan 50 Personil Pantau Tempat Wisata Selama Lebaran 2022

Akhirnya keputusan dievaluasi kembali oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Puskesmas terhadap 256 tenaga honorer kesehatan sehingga jumlah total tenaga kesehatan yang diusulkan sebanyak 853 orang. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved