Istri Dianiaya Suami karena Dikira Selingkuh, Korban Dilempar Piring hingga Disiram Air Panas

Polisi menangkap seorang pria berinsial SS (40), warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, atas kasus KDRT.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi penganiayaan - Polisi menangkap seorang pria berinsial SS (40), warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, atas kasus KDRT. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap seorang pria berinsial SS (40), warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pelaku ditangkap karena menganiaya istrinya, SR (39) hingga korban luka-luka.

Kasus tersebut dipicu lantaran pelaku mencurigai istrinya telah berselingkuh dengan pria lain.

Karena tidak tahan dengan tingkah suaminya, pada 5 April 2022, korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi.

Baca juga: Datang Bawa Pertalite, Pria Ini Bakar Rumah Mertua karena Cemburu Istrinya Dikenalkan ke Pria Lain

"Untuk kejadiannya ada di Kecamatan Laren. Awalnya cekcok, karena mengira korban (SR) telah berselingkuh dengan pria lain," ujar Kasat Rekrim Polres Lamongan AKP Komang Yogi Arya Wiguna kepada awak media di Mapolres Lamongan, Selasa (26/4/2022).

Pada saat kejadian, korban dilempar dengan piring oleh SS hingga membuat tangan kanan korban luka memar.

SS juga mencakar wajah korban hingga mengalami luka di bagian pipi kiri.

Bahkan, pada kejadian sebelumnya, SS dilaporkan telah melakukan penganiayaan yang lebih kejam terhadap korban.

"Sebulan sebelumnya, korban juga sempat disundut rokok dan disiram air panas rebusan mie instan oleh pelaku," ucap Komang.

Akibat penganiayaan yang berlangsung pada Bulan Maret 2022 itu, korban mengalami luka bakar di bagian lengan dan lutut.

Baca juga: Pria di Bojonegoro Tusuk Mantan Istrinya, Pelaku Cemburu Korban akan Nikah Lagi dengan Lelaki Lain

Sementara itu, pelaku mengakui semua perbuatan yang telah dilaporkan oleh istrinya.

Pelaku mengaku telah menganiaya istrinya meskipun kecurigaannya terkait perselingkuhan belum terbukti.

"Situasi Kamtibmas di Lamongan secara umum masih kondusif, namun ada beberapa catatan. Seperti Unit Reskrim, menangani kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ini kami lakukan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih saat bulan Ramadhan saat ini," kaya Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana.

Atas perbuatannya, tersangka SS dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) dan (4) Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pria di Lamongan Aniaya Istri karena Curiga Selingkuh

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved