Info Mimika

Jelang Lebaran, Wabup Johannes Rettob Sidak Bahan Pokok di Pasar Sentral Timika

Menjelang hari raya Idulfitri, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob melakukan sidak di Pasar Sentral Timika.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Suasana Wakil Bupati Mimika saat melakukan sidak di Pasar Sentral Timika 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA– Menjelang hari raya Idulfitri, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob melakukan sidak di Pasar Sentral Timika.

Wabup Johannes Rettob mengatakan sidak dilakukan bertujuan untuk melihat secara langsung harga bahan pokok seperti, minyak goreng, telur, bawang, tahu tempe, cabai, daging, beras dan lainnya.

Baca juga: Aparat Gabungan Ambil Tindakan, Bandara Sentani Dipadati Ribuan Orang

Lanjut dia, adapun pengakuan dari penjual khusnya mama-mama Orang Asli Papua (OAP) bahwa jualan mereka tidak laku dan sepi pembeli.

"Mama-mama mengatakan kepada Wakil Bupati bahwa bahan pokok jelang lebaran harus maksimal,"kata Johannes Rettob kepada awak media, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: BTM : Aset Kabupaten Telah Diserahkan ke Pemerintah Kota Jayapura

Dia mengatakan, Pemkab Mimika juga diminta menutup Pasar Lama agar pembeli fokus di Pasar Sentral.

“Kami hanya duduk-duduk saja di sini. Jualan kami tidak laku,karena sepi pengunjung. Tolong Pasar Lama harus ditutup supaya pembeli fokus ke sini,” kata gerombolan mama-mama kepada Wabup Mimika saat sidak.

Baca juga: PHBI Timika Tentukan Lokasi Salat Jamaah Idulfitri di Pelataran Gedung Emeneme Yauware

Sekadar diketahui harga daging ayam satu ekor Rp60 ribu dan perkilo Rp40 ribu. Sedangkan harga telur dikisaran Rp55 ribu untuk satu rak.

Wabup Johannes Rettob menyebut, persoalan penutupan Pasar Lama sudah dibicarakan sejak dulu.

Baca juga: Polisi Tangkap Puluhan Pekerja Tambang Emas Ilegal di Manokwari, 31 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Dari dulu juga, menurutnya, sudah tidak dizinkan untuk berjualan di Pasar Lama terutama bahan-bahan kebutuhan pokok.

Namun, hingga kini pedagang masih tetap memanfaatkan kesempatan dan terus melanggar aturan.

“Secara prinsip Pemerintah sudah melarang untuk berjualan di sana,” ujarnya.

Baca juga: Waspada Tsunami! Aktivitas Gunung Anak Krakatau Naik Status

Ia mengatakan, aktivitas di Pasar Lama juga dikeluhkan oleh banyak pihak. Selain persoalan sampah, limbah usaha tidak dibuang pada tempatnya.

“Memang persoalan ini perlu adanya pengawasan ketat dan tindak tegas dari pemerintah,”tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved