KKB Papua

Tameng ‘Hidup’ ala KKB, Kapolda Papua: Kalau Ceroboh, Kita Jadi Penyumbang Senjata dan Amunisi!

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau teroris yang dicap Negara terus menunjukkan taringnya akhir-akhir ini.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya bersama pasukannya di Kabupaten Nduga. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURAKelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau teroris yang dicap Negara terus menunjukkan taringnya akhir-akhir ini.

Banyak korban jiwa pun berjatuhan, baik di kubu KKB, TNI-Polri, bahkan warga sipil.

Aparat kemanan dalam hal ini TNI-Polri mengaku kesulitan dalam melakukan penindakan hukum terhadap KKB di Papua.

Pasalnya, KKB begitu mudah berdampingan dengan warga karena faktor kekerabatan. Sebaliknya, kelompok yang kerap menebar teror ini selalu memanfaatkan warga sebagai tamengnya.

Baca juga: Samsul Sattu Korban KKB Papua Tiba di Toraja, Istri Histeris: Padahal Sudah Janji Pulang

Hal ini pernah dikatakan mantan Kapolda Papua Paulus Waterpauw pada medio 2020.

“Mereka memasuki sebuah kampung dengan menyamar, persis warga biasa, tidak bergerombol. Sulit kita bedakan. Terkadang memakai warga sipil sebagai tameng, bahkan temeng itu merupakan keluarga mereka sendiri,” kata Paulus Waterpauw kala itu.

Selain itu, KKB sangat jarang menggunakan jalan poros atau jalan utama dalam melancarkan aksinya.

 

 

Bahkan, banyaknya mata-mata KKB yang disebar ke berbagai kampung membuat polisi kewalahan dalam melakukan penegakan hukum.

“KKB ini menguasai medan. Apabila kita sudah mendekati suatu perkampungan, maka mereka melintas melewati jalur tradisional. Baik itu pengunungan atau aliran air. Mereka juga punya banyak mata-mata yang selalu memberikan informasi,” bebernya.

Baca juga: Taktik Licik KKB Papua, Tembak Warga Sipil sebagai Aksi Balas Dendam

Soal warga sipil jadi tameng bagi KKB juga dikatakan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Kata Fakhiri, jika personel TNI-Polri tidak hati-hati dan bertindak ceroboh, seperti saat terlibat kontak senjata di Distrik Ilaga, Jumat (4/6/2021), maka yang diuntungkan adalah pihak KKB.

"Kalau ceroboh justru kita jadi penyumbang senjata dan amunisi buat mereka," kata Fakhiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved