Kesehatan

25 Persen Ibu dan Anak di Timika Menderita Malaria, Banyak Gangguan Kehamilan Hingga Kematian

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan 25 persen penderita malaria di daerah itu adalah anak-anak dan ibu hamil

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. 

TRIBUN-PAPUA.COM,TIMIKA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan 25 persen penderita malaria di daerah itu adalah anak-anak dan ibu hamil.

Menurutnya, kasus ini menyebabkan banyak resiko kesehatan seperti gangguan kehamilan, stunting, keguguran, gangguan kecerdasan, bahkan kematian.

Baca juga: Sinyal Kuat Ketum Persipura untuk Eduard Ivakdalam, Latih Persipura?

"Untuk itu, Freeport bersama pemerintah daerah dan mitra lain terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan penanganan malaria,"kata Reynold melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (28/4/2022).

Lanjut Reynold, pencegahan malaria di daerah itu dilakukan dari perkampungan hingga kota Timika.

Baca juga: Warga Papua Meriahkan Genio Fun Day: Ada Food Bazar hingga Fun Game

Dia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pra-eliminasi malaria dapat terlaksana di tahun 2026 dan eliminasi penuh malaria di tahun 2030.

Reynol menyebut, penetapan target merupakan realisasi pemerintah daerah sesuai mandat dari Kementerian Kesehatan melalui Surat Keputusan tentang target eliminasi malaria nasional.

Baca juga: Mudik Lebaran, Layanan Peserta JKN-KIS Dijamin Aman

"Kami pemerintah menyambut baik partisipasi Freepot dalam upaya pemberantasan malaria,"ujarnya.

Lanjut dia, keikutsertaan pemangku kepentingan dari sektor swasta seperti Freepot sangat membantu pihaknya mencapai target nol kasus malaria di tahun 2030 nanti.

Baca juga: Masyarakat Sambut Meriah Genio Fun Day di Papua

Reynold berharap, jika lebih banyak pemangku kepentingan terlibat maka malaria bisa diatasi dengan baik.

"Jadi bukan hanya sektor pemerintah tetapi sektor pendukung seperti fasilitas kesehatan dan kebersihan juga perlu jadi perhatian,”tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved