Internasional

Diundang ke G20, Ini Kata Presiden Ukraina ke Presiden Jokowi

Tahun ini, Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) selama setahun penuh.

Editor: Roy Ratumakin
AFP/SERGEI SUPINSKY
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berbicara saat menggelar jumpa pers di Kota Kyiv (Kiev), Ukraina, Kamis (3/3/2022) waktu setempat. Volodymyr Zelensky meminta pihak Barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Ia mengatakan, jika tidak, Rusia akan maju ke seluruh Eropa. "Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk menutup langit, maka beri saya pesawat!" ujar Zelensky dalam jumpa pers. "Jika kami tidak ada lagi maka, amit-amit, Latvia, Lithuania, Estonia akan menjadi berikutnya," katanya. "Percayalah pada saya," tambahnya. AFP/SERGEI SUPINSKY 

TRIBUN-PAPUA.COM – Tahun ini, Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) selama setahun penuh.

Artinya, Indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan perhelatan yang dimulai dari 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dukungan untuk integritas kedaulatan, serta undangan untuk menghadiri pertemuan puncak G20.

Baca juga: Tak Ingin Dampak Perang Rusia-Ukraina, Ini Perintah Tito Karnavian ke Kepala Daerah

Dalam cuitannya, Zelensky menulis, "Telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Jokowi dan mengucapkan terima kasih kepadanya atas dukungan integritas kedaulatan dan teritorial, khususnya dengan posisi yang jelas di PBB." Masalah ketahanan pangan juga dibahas, kata Zelensky dalam unggahannya pada Rabu (27/4/2022).

Indonesia menjadi salah satu negara pendukung resolusi di Majelis Umum PBB awal Maret lalu, yang menuntut Rusia segera mengakhiri serangan ke Ukraina.

Namun awal April lalu, delegasi Indonesia memutuskan abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB, mengenai pembekuan Rusia dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia.

 

 

Dalam pembicaraan itu, Zelensky juga menyatakan terima kasih telah diundang untuk menghadiri pertemuan G20 yang direncanakan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang.

Dilansir dari BBC News Indonesia pada Kamis (28/4/2022), belum ada keterangan lebih lanjut terkait undangan Ukraina ke G20.

Juru bicara kementerian luar negeri Teuku Faizasyah mengatakan akan memastikan terlebih dahulu, karena menyangkut pembicaraan antara kepala negara.

Baca juga: Bersama Korut, Iran, dan Suriah, Amerika Serikat Cap Rusia Negara Sponsor Terorisme?

Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan sejumlah pejabat tinggi keuangan dunia melakukan aksi walkout dari rapat G20 di Washington, yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Mereka meninggalkan ruangan ketika pejabat Rusia berbicara, sebagai bentuk protes terbaru dari Barat terhadap invasi Moskwa ke Ukraina, Rabu (20/4/2022).

Pejabat Inggris dan Kanada juga ikut serta dalam aksi boikot tersebut, seperti dilansir AFP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved