Hukum & Kriminal

Masih Ingat Bripda Randy? Paksa Aborsi Novia Widyasari hingga Bunuh Diri, Tak Terima Divonis Ringan

Selain dipecat, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko kini memasuki tahap penuntutan sebagai tersangka atas kasus yang menewaskan kekasihnya.

Tribun-Papua.com/Tribun Network
Novia Widyasari akhiri hidup di samping makam ayahnya (istimewa) dan Randy Bagus Hari Sasongko (Twitter). Randy Bagus Hari Sasongko, mantan kekasih Novia Widyasari. (Tribun Timur) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Proses hukum terhadap oknum polisi yang diduga memaksa Novi Widyasari aborsi hingga bunuh diri, kini memasuki babak akhir.

Selain dipecat, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko kini memasuki tahap penuntutan sebagai tersangka atas kasus yang menewaskan kekasihnya.

Pecatan Kepolisian Randy Bagus dituntut dua tahun penjara atas kasus Novi Widyasari ini.

Keputusan tersebut diambil hakim Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur, saat menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Randy Bagus Hari Sasongko, Kamis (28/4/2022).

Randy Bagus dinilai terbukti terlibat dalam aborsi pacarnya, Novi Widyasari.

Baca juga: Suami Merantau ke Papua, Istri Malah Tidur Bareng Pria Lain hingga Melahirkan: Bayinya Dibuang

"Menyatakan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan sesuai dalam dakwaan jaksa penuntut umum," ucap hakim ketua Sunoto.

Fakta persidangan, terdakwa Randy terlibat aktif dan turut serta dalam aborsi terhadap NW. Randy merupakan orang yang mentransfer uang membeli obat penggugur kandungan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Randy Bagus Hari sasongko pidana penjara selama dua tahun," ucap Sunoto.

Adapun faktor yang memberatkan adalah terdakwa dinilai meresahkan masyarakat dengan statusnya sebagai anggota Polri aktif di Polres Pasuruan.

Hal yang juga memberatkan adalah terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

"Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa tidak mengakui kesalahannya dan yang meringankan terdakwa belum pernah dipidana dan bertindak sopan saat sidang," jelas Sunoto.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta hukuman 3,5 tahun penjara.

Randy ajukan banding

Kuasa hukum Randy, Elis Andarwati mengaku keberatan atas vonis tersebut dan menurutnya itu tidak adil bagi kliennya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved