Kesehatan

Hepatitis Akut Ditetapkan sebagai KLB, Begini Pendapat Mantan Petinggi WHO

Paling penting dilakukan kini adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan makanan, serta melengkapi anak dengan imunisasi.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI. - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

TRIBUN-PAPUA.COM - Masyarakat diimbau untuk takperlu khawatir berlebihan terkait penetapan status kejadian luar biasa (KLB) yang disematkan pada kondisi infeksi Hepatitis Akut.

Paling penting dilakukan kini adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan makanan, serta melengkapi anak dengan imunisasi.

Hal ini disampaikan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama.

Menurutnya, yang perlu dilakukan kini adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan makanan, serta melengkapi anak dengan imunisasi.

Selain itu, di sisi lain yakni negara tentu perlu mengambil langkah antisipasi yang diperlukan, dimana para pakar sedang mencari  bukti-bukti  ilmiah yang akan tersedia dalam hari-hari mendatang ini.

Baca juga: Belum Ada Tambahan Kasus Baru Hepatitis Akut Misterius di Indonesia, Ini Kata Kemenkes

"Kita jelas perlu waspada tetapi tidak perlu juga menjadi panik tidak beralasan. Masyarakat melakukan langkah kewaspadaan pada keluarga kita," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5/2022).

Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini memaparkan, Hepatitis Akut ini belum jelas penyebabnya, meski sampai 3 Mei 2022 ini WHO kantor Amerika menyatakan sudah ada lebih dari 200 kasus dari 20 negara di dunia.

"Ini bermula dari  pada 5 April 2022 WHO pertama kali mendapat notifikasi kasus ini dari Inggris, yang kemudian dimasukkan dalam Disease Outbreak News (DONs) WHO 15 April 2022, yang berbagai berita menyebutnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO," ungkapnya.

Menurutnya, jika ada kasus penyakit apapun di dunia yang tidak seperti biasa ini maka akan dimasukkan dalam Disease Outbreak News (DONs).

"Jadi ini prosedur rutin di WHO untuk menyajikan informasi ke dunia tentang kejadian kesehatan masyarakat yang penting, atau yang berpotensi menjadi hal yang penting," imbuh pakar kesehatan dari FKUI ini.

Diketahui, sepanjang bulan April 2022 ada 10 penyakit Disease Outbreak News WHO, yaitu Hepatitis ini dengan laporan pertama 15 April di Inggris dan Irlandia serta 23 April di berbagai negara.

Kemudian ada Ebola di Kongo, Japanese encephalitis di Australia, Salmoneum thypimurium di berbagai negara, Kolera di Malawi, Malaria di Somalia, Demam Kuning di Uganda, VDPV (vaccine derived polio virus) tipe 3 di Israel dan MERS CoV di Saudia Arabia.

Baca juga: Waspadai Hepatitis Akut Misterius yang Serang Anak-anak, Ini Gejalanya

"Jadi ada banyak (penyakit KLB yang ditetapkan WHO), bukan hanya Hepatitis. Artinya, penempatan penyakit tertentu di dalam Disease Outbreak News (DONs) justru maksudnya agar dunia mengetahui informasi awal dan menjadi perhatian bersama, belum tentu berarti akan menjadi wabah luas dunia atau tidak," jelas direktur pasca sarjana RS Yarsi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hepatitis Akut Ditetapkan sebagai KLB, Mantan Petinggi WHO: Bukan Berarti Jadi Wabah yang Meluas, 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved