Tak Diberi Uang Keamanan dan THR, Pria Ini Ngamuk dan Rusak Toko: Minta Rp 50 Ribu Diberi Rp 30 Ribu

Pria bernama Mat Bucek (42) mengamuk dan merusak toko material milik warga karena emosi soal uang keamanan.

KOMPAS.COM
ilustrasi perkelahian - Pria bernama Mat Bucek (42) mengamuk dan merusak toko material milik warga karena emosi soal uang keamanan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pria bernama Mat Bucek (42) mengamuk dan merusak toko material milik warga karena emosi soal uang keamanan.

Ia tak terima karena diberi uang Rp 30 ribu dan memaksa korban memberikan Rp 50 ribu.

Selain uang keamanan, Mat Bucek juga meminta Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2022.

Aksi premanisme terjadi di Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah pada Selasa (26/4/2022) lalu.

Korbannya adalah pemilik toko material bernama Kusno.

Baca juga: Tak Terima Dinasihati, Pria Ini Ngamuk dan Serang Kakak Tiri hingga Tewas lalu Kabur

"Pelaku (Mat Bucek) kami amankan di rumahnya di Kampung Mataram Ilir, Rabu (27/4) lalu. Ia dilaporkan korban karena melakukan pengerusakan toko dan meminta paksa uang keamanan dan THR kepada korban," kata Kepala Polsek Seputih Surabaya Iptu Y Budi Santoso mewakili Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Rabu (4/5/202).

Pelaku Mat Bucek, terang Iptu Y Budi Santoso, merasa kurang diberi uang oleh korban.

Lantas pelaku mengambil satu boklam di dalam toko milik Kusno.

"Aksi pelaku ditahan oleh korban, lalu terjadi perkelahian antar korban dan pelaku, setelah itu pelaku pergi dengan membawa satu boklam lampu dari toko korban," jelasnya.

Polisi mengamankan barang bukti dari Mat Bucek berupa jaket warna merah dan celana jeans biru yang digunakan saat melakukan pemerasan dan pengerusakan.

Baca juga: Kepala Puskesmas Mengamuk dan Serang Koordinator Vaksinasi, Emosi Ditanya soal Insentif serta SK

Serta, satu lampu LED 5W merk Himawari, satu kaleng cat pelapis anti bocor Merk No Drop dan beberapa keramik milik korban yang sudah pecah.

Atas perbuatanya, pelaku Mat Bucek dijerat dengan Pasal pencurian dengan kekerasan atau pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana atau 368 KUHPidana, ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Korban Kusno mengatakan, pelaku mendatangi tokonya dan meminta uang keamanan Rp 50 ribu.

Namun, oleh korban dikasih Rp 20 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved