Kesehatan

Gejala Hepatitis Akut Misterius hingga Langkah Pencegahan

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kasus hepatitis akut misterius yang menginfeksi anak-anak. Berikut gejala hinga langkah pencegahannya..

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi hepatitis. (SHUTTERSTOCK/EMILY FROST) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kasus hepatitis akut misterius yang menginfeksi anak-anak.

Ini setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, meninggal dunia dalam kurun waktu berbeda pada rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Baca juga: Hepatitis Akut Ditetapkan sebagai KLB, Begini Pendapat Mantan Petinggi WHO

Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, ketiganya merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Berikut informasi mengenai gejala, pencegahan, hingga langkah pemerintah:

Gejala hepatitis akut

Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare berat
  • Demam
  • Kuning
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran.

Penanganan hepatitis akut

Juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Pencegahan hepatitis akut

Sederhananya, upaya pencegahan hepatitis akut yang bisa dilakukan adalah:

  1. Rutin cuci tangan pakai sabun
  2. Cuci seluruh bahan makanan hingga bersih
  3. Pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih
  4. Tidak bergantian alat makan
  5. Hindari kontak dengan orang sakit
  6. Jaga kebersihan
  7. Disiplin protokol kesehatan.

Upaya pemerintah menangani hepatitis akut

Saat ini, Kemenkes sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

"Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved