Papua Terkini

Diduga Ada Aktivitas Illegal Logging, LBH Desak Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan di Papua

Polres Jayapura didesak mengungkap pelaku pengeroyokan terhadap empat warga Kampung Oyengsi, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua.

Editor: Roy Ratumakin
EMANUEL GOBAY for Kompas.com
Warga Kampung Oyengsi, Distrik Nimblong, saat patroli melihat kayu yang diduga ditebang secara ilegal di kawasan hutan adat Fwam Bu, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURAPolres Jayapura didesak mengungkap pelaku pengeroyokan terhadap empat warga Kampung Oyengsi, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua saat berpatroli di hutan adat Fwam Bu.

Empat warga yang berpatroli di dalam hutan tersebut yaitu Yohan Bay, Lukas Bay, Obet Bay, dan Yunus Yapsenang.

Diketahui, ke empat warga tersebut mencurigai ada penebangan liar yang dilakukan sekelompok orang di dalam hutan adat Fwam Bu.

Akibat pengeroyokan ini, keempatnya mengalami luka-luka dan lebam di tubuh.

Baca juga: Komplotan Anak Jenderal Mafia Illegal Logging Dilumpuhkan di Riau

Kini, ke empat warga tersebut didampingi Organisasi Perempuan Adat Namblong untuk melaporkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan ini ke Reskrim Polres Jayapura pada Selasa (3/5/2022) kemarin.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua dan Papua Barat, Emanuel Gobay mengatakan, pada prinsipnya apa yang dilakukan oleh para korban adalah kewajiban masyarakat dalam menjaga dan memelihat hutan sesuai dengan Pasal 59 huruf a, UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

 

 

Sementara itu, kata Emanuel, yang dilakukan oleh orang yang memotong kayu adalah tindakan dilarang oleh ketentuan setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah sebagaimana diatur pada pasal 12 huruf c, UU Nomor 18 Tahun 2013.

"Atas tindakan penebangan pohon secara tidak sah, maka dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak 2,5 miliar," jelasnya kepada Kompas.com melalui telepon seluler, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Ilegal Logging Masih Ada, Balitbangda Papua Barat: Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Terlepas dari itu, kata Emanuel, karena korban mendapat tindakan kekerasan menggunakan alat, maka secara langsung menunjukkan bahwa pelaku wajib diproses hukum atas tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur pada Pasal 170 KUHP dan Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam sebagaimana diatur pada Pasal 2, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Pelaku wajib diproses hukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terhadap para korban yang merupakan masyarakat adat di wilayahnya," katanya.

Baca juga: Polisi Sita Miras Illegal yang Hendak Dibawa ke Pedalaman Kimaam Merauke

Emanuel menyatakan, dengan telah diadukannya peristiwa tersebut ke polisi, maka diharapkan pihak Polres Jayapura segera dapat menindaklanjuti laporan korban.

"Pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jayapura segera menindaklanjuti laporan polisi dari masyarakat dan secepatnya melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk menangkap para pelaku," tegasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul - 4 Warga Papua Diduga Dikeroyok Sekelompok Orang Saat Patroli di Hutan Adat, LBH Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved