Nasional

Berikut Gejala Hepatitis Akut yang Bisa Dialami Anak, Ini Penjelasan Dokter

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 15 April 2022 telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi hepatitis. (SHUTTERSTOCK/EMILY FROST) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 15 April 2022 telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut.

Hingga kini penyebab hepatitis akut belum diketahui.

Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan setelah tiga pasien anak yang di rawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta meninggal dengan dugaan hepatitis akut.

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia Kalah Telak dari Vietnam di SEA Games, Ketum PSSI Ingatkan Shin Tae-yong

Menurut Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A (K) sebenarnya hepatitis akut sudah banyak terjadi di Indonesia ketika dokter melihat kasus-kasus hepatitis.

Akan tetapi khusus untuk kasus hepatitis akut berat yang banyak dibicarakan di dunia belum diketahui penyebabnya.

"Yang kedua dia berat (hepatitis akut), biasanya tidak seberat yang kita temukan saat ini dan datang dalam waktu bersamaan yang cepat,"kata Hanifah Oswari dikutib dari TribunHealth.com.

Baca juga: Sambut Hari Pattimura ke- 205, Ikemal Papua Gelar Donor Darah Hingga Malam Baku Dapa

"Umumnya penyebab biasanya itu hepatitis A, B, C, D, E. Akan tetapi kasus yang ini bukan disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E ini,"ujarnya.

Pernyataan Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 05 Mei 2022.

Berdasarkan penyampaian Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A (K) hepatitis akut ini menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun. Akan tetapi lebih banyak terjadi pada usia di bawah 10 tahun.

Baca juga: 3 Jenderal TNI Asli Papua Ini Patut Dicontoh Anak Muda, Ada Teman Seangkatan Andika Perkasa

"Dari apa yang sudah kita ketahui mengenai hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya ini kita melihat dari laporan-laporan kasus yang sudah ada bahwa laporannya itu dengan gejala gastrointestinal terlebih dahulu seperti misalnya diare, mual, muntah, sakit perut yang kadang-kadang disertai dengan demam ringan,"katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved