Nasional

Kapolri Minta PNS WFH Sepekan pasca Mudik, Tjahjo Kumolo Khawatir Pelayanan Publik Terganggu?

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, memberi sikap atas permintaan Kapolri Jenderal Listyo.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga karyawan swasta juga diberikan kelonggaran pasca mudik Lebaran.

Kelonggaran yang diminta Kapolri berupa kerja dari rumah atau Work From Home (WHF) selama sepekan.

Pasalnya, jenderal bintang empat itu melihat kemacetan terjadi selama arus balik.

Makanya, kebijakan WFH diterapkan agar membantu mengurangi kemacetan arus balik mudik Lebaran.

Baca juga: Pasca Mudik, Seminggu PNS Kerja dari Rumah, Kok Malah Diberi Kelonggaran Lagi?

Lantas bagaimana sikap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo?

Senada dengan Listyo Sigit, Tjahjo Kumolo, sepakat pemberian WFH bagi PNS.

Tjahjo langsung memberi arahan kepada seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) agar mengatur jadwal WFH pada instansi masing-masing.

Durasi WFH dapat diterapkan selama satu minggu setelah puncak arus balik lebaran, yakni mulai 9 Mei 2022.

 “Saya setuju dengan pendapat Kapolri agar instansi pemerintah menerapkan kebijakan WFH.”

“Seluruh PPK diharapkan mengatur pembagian jadwal agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Tjahjo Kumolo, Jumat (6/5/2022), dikutip dari laman resmi menpan.go.id.

Baca juga: 9 Pimpinan OPD Pemkab Merauke Diberhentikan

Bahkan Menteri Tjahjo menjamin kebijakan WFH ini tidak mengganggu pelayanan, baik itu pada urusan administrasi maupun layanan pemerintahan lainnya.

Pasalnya, saat ini instansi pelayanan telah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Menaker Imbau Karyawan WFH Sepekan

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyarankan agar pengusaha memeberikan izin kepada karyawannya untuk WFH selama sepekan, yakni seminggu setelah libur lebaran 2022.

Ini dilakukan untuk menghindari periode puncak arus balik yang diprediksi terjadi sampai Minggu (8/5/2022) hari ini.

Untuk itu, Menaker meminta pengusaha berkoordinasi dengan pekerjanya yang saat ini sedang mudik ke kampung halaman agar dapat menghindari puncak arus balik tersebut.

"Sebagaimana imbauan Bapak Presiden Jokowi, bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi pada momen Idulfitri tahun ini untuk kembali lebih awal atau kembali setelah puncak arus balik."

"Tentunya, pelaksanaannya harus berdasarkan kesepakatan bersama dengan memperhatikan aturan yang berlaku di masing-masing tempat kerja," kata Menaker, Sabtu (7/5/2022). (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved