Breaking News:

Budaya

Satu Tungku Tiga Batu, Perekat Perbedaan dan Dasar Hidup Warga Fakfak

Peradaban Suku Mbaham dan Suku Matta di Kabupaten Fakfak, Papua Barat sejak dulu mengenal kehidupan bertoleransi

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
BUDAYA PAPUA - Potret kehidupan masyarakat di Kabupaten Fakfak Papua Barat, yang berlandaskan semboyan Satu Tungku Tiga Batu, Rabu (11/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, FAKFAK - Peradaban Suku Mbaham dan Suku Matta di Kabupaten Fakfak, Papua Barat sejak dulu mengenal kehidupan bertoleransi dan menembus sekat-sekat perbedaan.

Dari berbagai sumber literatur, filosofi Satu Tungku Batu telah tertanam sejak lama di kota julukan pala ini.

Baca juga: 3 Cara Menggunakan Cengkeh sebagai Obat di Rumah, Bantu Mengatasi Sakit Gigi

Nenek moyang orang Fakfak telah meletakkan dasar atau fundamental (dasar) kerukunan di daerahnya, dengan semboyan yang mengakar, yakni Satu Tungku Tiga Batu.

Secara filosofi, makna Satu Tungku Tiga Batu dikaitkan dengan satu saudara satu hati.

Lalu dari sisi harfiahnya, makna kata Satu Tungku adalah simbol dari satu kehidupan, dan kata Tiga Batu bermakna kamu, saya, dan dia, yang masing-masing memiliki perbedaan baik agama, suku, status sosial di dalam satu wadah persaudaraan.

Baca juga: Jokowi-Megawati Disebut King Maker, Duet Prabowo-Puan Dinilai Berpeluang Terjadi di Pilpres 2024

Dari sisi kehidupan sosial, masyarakat Fakfak dalam kesehariannya memasak di atas sebuah tungku yang unik, dan terdiri dari 3 batu besar yang berukuran sama, lalu disusun dalam satu lingkaran dengan jarak yang sama pula.

Sehingga bisa menopang wajan atau kuali untuk memasak bahan makanan.

"Batunya harus kuat, kokoh dan tahan panas serta tidak mudah pecah, kemudian kayu bakar diletakkan di sela-sela batu untuk memasak, dan kuali diletakkan di atas di atas untuk memasak, ini harus seimbang dan tidak boleh timpang, kalau tidak kuali akan jatuh," kata Rahma Tanggahma, salah satu warga Fakfak kepada Tribun-Papua.com, Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Waspada Hepatitis Akut, Ini Saran Ahli ke Orangtua

Dari kehidupan masyarakat Fakfak dalam memasak bahan makanan itu, mengadopsi semboyan Satu Tungku Tiga Batu, yang mampu eksis hingga kini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved