Pemkab Jayapura

Tim INEY Ditjen Bina Bangda Kemendagri Nilai Komitmen Pemkab Dalam Penanganan Stunting

Hasil dari Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada Februari 2022 ada 1266 anak stunting atau 16,6 persen.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Suasana Kegiatan Pertemuan Pemetaan dan Analisa Situasi Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jayapura, Rabu (11/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Tim Investing in Nutrition and Early (INEY) Ditjen Bina Bangda Kemendagri Regional 5, menilai komitmen pemerintah daerah Kabupaten Jayapura untuk percepatan penanganan stunting sangat tinggi.

Dikatakan, hal itu bisa dilihat melalui kegiatan Pemetaan dan Analisa Situasi Dalam Percepatan Percepatan Penanganan Stunting dilakukan oleh Dinas Kesehatan di Kabupaten Jayapura, Rabu (11/5/2022).

"Keserasian itu bisa dilihat dari keserasian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penampung indikator untuk penanganan stunting, namun pada data memang belum optimal dan  masih tetap akan dioptimalkan untuk tiga hari kedepan, tapi secara singkat semangat besar dan kuat dari Pemda khususnya Bupati untuk penanganan stunting," kata Tim INEY Ditjen Bina Bangda Kemendagri Regional 5, Sam Patoro.

Baca juga: Kukuhkan Duta Cegah Stunting Tingkat Distrik dan Kelurahan, BTM: Ayo Rutin Periksa Anak ke Posyandu

Hasil dari Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada Februari 2022 ada 1266 anak stunting atau 16,6 persen.

Menurutnya, dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dari BKKBN dan telah membentuk tim pendamping keluarga, untuk mendampingi keluarga dengan resiko stunting dan diharapkan pada Juni nanti dapat berjalan.

 

 

"Jadi amanat Perpres No 72 tentang percepatan penurunan stunting  itu keterlibatan beberapa Kementerian lembaga antara lain Kementerian Agama dan BKKBN pusat membuat MoU, agar Kementerian Agama terlibat dalam pengembangan stunting melalui fungsinya untuk melakukan pembinaan atau penyuluhan dalam persiapan pernikahan bagi pasangan yang akan menikah," ujarnya.

Kegiatan di hadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Jayapura, untuk memperkuat data dari Dinas Kesehatan soal hasil penimbangan balita atau hasil pengukuran balita khususnya yang di tahun ini kemudian dimasukkan pada (e-PPGBM).

Baca juga: Kampanye Cegah Stunting, Jeni Karay: Media Sosial Jadi Pengerak Edukasi Lokal

"Kapus dihadirkan ini agar dapat memahami untuk perencanaan selanjutnya khususnya terkait penanganan data untuk penurunan stunting," katanya.

Dari hasil itu, data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pada keluarga beresiko stunting dan Dinkes menjadi dasar bagi OPD pengampu indikator yang diamanatkan dalam Perpres untuk melakukan tindakan pada tahun ini dan rencana di tahun depan.

"Sehingga peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam kegiatan stanting pada hari ini, bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait kegiatan apa saja dari masing-masing OPD pengampu indikator dalam Perpres itu, sehingga nanti dapat diketahui jumlah dana pada tahun ini berdasarkan Dokumen Pelaksana Anggarsn (DPA) 2022 pada penanganan stunting di Kabupaten Jayapura," ujarnya.

Baca juga: Resmi Jadi Guru Besar Bidang Gizi, Menkes Minta Profesor Santi Ambil Andil Turunkan Kasus Stunting

Harapannya ada revisi di bulan Juni ini,  jadi dari data dari OPD pengampu seperti Perhubungan Umum, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial sudah bisa mengambil langkah dan tindakan data di tahun ini berdasarkan tugas dan fungsinya dengan anggaran yang ada di OPD masing-masing.

Diharapkan segera untuk mengambil tindakan dan melakukan penyusunan perencanaan anggaran baik fisik dan nonfisik di pada 2023.

"Saya kira maksimal daerah akan melakukan itu sesuai dengan permintaan perpres atau indikator baru, tetapi hasil hari ini berkomitmen untuk pelaksanaanya sambil merencanakan kegiatan pada tahun depan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved