Nasional

Pandemi COVID-19 Perparah Kondisi Kesehatan Jiwa, Sebagian Orang Alami Gangguan Mental

Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan drg. Vensya Sitohang mengatakan Pandemi COVID-19 memberikan dampak di masyarakat

Editor: Musa Abubar
Dokumen Kemenkes
Suasana rangkaian acara 15th ASEAN Health Ministers Meeting 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan drg. Vensya Sitohang mengatakan Pandemi COVID-19 memberikan dampak di masyarakat.

Pada sebagian orang mengalami masalah gangguan mental neurologis dan juga penggunaan zat.

“Kondisi pandemi (COVID-19) memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa,”kata Vensya pada konferensi pers di Hotel Conrad, Bali, Jumat (13/5/2022) dikutib dari kemekes.go.id.

Baca juga: Yan Mandenas Sebut Pemain yang Keluar dari Persipura Seperti Kacang Lupa Kulit

Angka prevalensinya meningkat 1 sampai 2 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19. Kelompok yang terpapar dengan gangguan jiwa pun berbeda-beda.

Psikiater Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ (K) menjelaskan kelompok orang yang terpapar gangguan jiwa itu berbeda-beda dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula.

Kelompok yang pertama adalah mereka yang sebenarnya normal sebelumnya atau tidak ada masalah kesehatan jiwa kemudian menjadi memiliki masalah sampai mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jayapura Harap Kepala Kampung Baru Bersinergi dengan Adat, Agama dan Pemerintah

Kelompok kedua adalah mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa, sebagai contoh kita bicara tentang mereka yang sudah tinggal dengan kekerasan di rumah tangga, kondisi itu membuat mereka menjadi begitu dekat dengan pelakunya terus-menerus di rumah tangga, sehingga masalah gangguan jiwanya menjadi lebih besar.

Kelompok ketiga adalah mereka yang memang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan.

Baca juga: 4 Khasiat Cengkeh bagi Kesehatan, Bisa Membantu Mengendalikan Gula Darah

Sehingga sangat wajar kalau merasa cemas yang kemudian kankernya tambah berat, hipertensi, jantung, dan sebagainya menjadi berat. Demikian juga teman-teman dengan gangguan jiwa tidak bisa memiliki akses pengobatan

Kelompok terakhir adalah kelompok yang terutama banyak kita temukan di bulan Juli 2021 waktu gelombang kedua pandemi COVID-19.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved