Persipura

Suporter Persipura Kecewa, Kritik Manajemen yang Lambat Tunjuk Eduard Ivakdalam

Persipura Jayapura dipastikan tidak akan dilatih Eduard Ivakdalam pada kompetisi Liga 2 nanti yang rencananya dihelat Agustus mendatang

Penulis: Raymond Latumahina | Editor: Musa Abubar
Instagram @bcnxpersipura.1963
Kelompok suporter Persipura Jayapura, BlackPearl Curva Nord (BCN) 1963 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Persipura Jayapura dipastikan tidak akan dilatih Eduard Ivakdalam pada kompetisi Liga 2 nanti yang rencananya dihelat Agustus mendatang.

Hal ini karena Eduard Ivakdalam secara tiba-tiba berpaling dari Persipura dan memilih Persewar Waropen sebagai klub yang akan diarsitekinya nanti.

Baca juga: Respons AHY soal Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu: Saya Lebih Baik Tak Tergesa-gesa

Padahal, pelatih yang sukses mempersembahkan medali emas PON XX 2021 lalu bersama tim sepak bola Papua itu sangat ambisius melatih Persipura.

Namun, sayangnya, harapan Eduard Ivakdalam itu terpaksa harus bertepuk sebelah tangan, lantaran manajemen Persipura yang dianggap tidak serius.

Baca juga: Putra Jokowi Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden: Ibu Saya Sudah Mulai Nyicil Packing

Gerak lambat manajemen ini pun mendapat kritikan dari kelompok suporter Persipura, BlackPearl Curva Nord atau biasa dikenal dengan sebutan BCN 1963.

Kelompok suporter penghuni tribun utara Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, itu sangat kecewa atas sikap manajemen Persipura yang tidak menunjuk Eduard Ivakdalam sebagai pelatih.

Baca juga: GIDI Wilayah Pantura Gelar Konferensi, Dorman : Gereja Harus Siap Hadapi Tantangan Pemekaran

Menurut Capo Angky selaku Ketua BCN 1963, Eduard Ivakdalam merupakan sosok pelatih yang paling tepat untuk menukangi Persipura pasca-degradasi ke Liga 2.

Sebab, mantan pelatih Persimer Merauke ini dinilai sangat paham dan mengerti tentang karakter pemain-pemain lokal, khususnya pemain asli Papua.

Baca juga: BBPOM Jayapura Minta Apoteker Pro Aktif Mencegah Penyalahgunaan dan Peredaran Obat Ilegal

“Tapi apalah daya, kerja lambat dari manajemen Persipura yang sampai saat ini seperti tidak ada kepastian tentang masa depan tim ini, hal seperti ini akhirnya terjadi,” kata Capo Angky kepada Tribun-Papua.com, Selasa (17/5/2022).

Lanjut Capo Angky, sebagai pelatih profesional, tentu saja Eduard Ivakdalam tidak mau nasib dan karirnya digantung hanya demi sebuah hal yang tidak pasti.

Baca juga: Polisi Selidiki Temuan Janin, Awalnya Saksi Kira Bangkai Ayam Tapi Diangkat Kelihatan Kaki

Oleh karena itu, dirinya memaklumi, jika Eduard Ivakdalam tiba-tiba membelot untuk melatih klub Liga 2 asal Papua yang lain, yakni Persewar Waropen.

“Karena tidak mungkin juga Coach Edu akan terus hanya menunggu dari Persipura. Sementara banyak tim yang pasti juga menghubungi dan menginginkan beliau,” keluhnya.

Baca juga: 10 Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Merauke Menunggu Verifikasi Berkas

Sementara itu, Eduard Ivakdalam sendiri mengakui, terkait banyaknya klub yang mencoba memakai jasanya sebagai juru taktik.

Satu di antara klub yang ingin memboyongnya tersebut adalah Sulut United, klub Liga 2 asal Sulawesi Utara.

Bahkan, pelatih yang akrab disapa Kakak Edu itu menyebut, Sulut United sudah menyodori tawaran yang fantastis dan menggirukan.

Baca juga: Umat Buddha di Mimika Tetap Khidmat Rayakan Waisak di Vihara Bodhi Mandala

Tapi, tawaran itu terpaksa ia tolak karena saking keukeuhnya menunggu tawaran yang diberikan dari manajemen Persipura.

“Saya sebetulnya ditawari Sulut United, sudah bicara harga juga, tapi saya batalkan karena tunggu Persipura dan mau latih tim Papua,” kata Eduard Ivakdalam,”tambah Eduard Ivakdalam. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved