Papua Terkini

Mahasiswa dan Pelajar Tolak Rencana Masuknya Perusahaan Peternakan Sapi di Lembah Kebar

Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Kebar (IPMK) di kota studi Jayapura menolak rencana PT Nuansa Lestari Sejahtera

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Suasana Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Kebar (IPMK) di kota studi Jayapura memegang spanduk penolakan rencana PT Nuansa Lestari Sejahtera masuk ke Lembah Kebar 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Kebar (IPMK) di kota studi Jayapura menolak rencana PT Nuansa Lestari Sejahtera masuk ke Lembah Kebar, Papua Barat

Perusahaan itu bergerak dibidang pengembangan peternakan sapi potong masuk ke wilayahnya.

Baca juga: Link Live Streaming Timnas U-23 Indonesia Vs Thailand di SEA Games, Kick-Off Pukul 16.00 WIB

Ketua Asrama IPMK di kota studi Jayapura, Manoa Songgreri mengatakan selaku mahasiswa pihaknya menolak PT Nuansa Lestari Sejahtera yang bergerak dibidang pengembangan peternakan sapi potong itu masuk ke wilayahnya.

Perusahaan itu, berencana hendak membuka lahan seluas 500 hektar untuk peternakan sapi potong di Lembah Kebar, Provinsi Papua Barat.

Baca juga: Jelang Akhir Massa Jabatan, BTM: Saya Bangga Bisa Menyelesaikan Tugas Dengan Baik!

"Kalau perusahaan itu masuk, akan membongkar lokasi disana dan kedepan alam disana rusak, untuk itu kami tidak mengizinkan perusahaan ini masuk dan beroperasi di tempat kami,"kata Manoa Songgreri kepada Tribun-Papua.com, Kamis (19/5/2022).

Menurut dia, pihak perusahaan sudah menemui Bupati Tambrauw, Kepala Distrik Kebar dan sementara berkoordinasi dengan masyarakat setempat terkait masuknya perusahaan ini.

Baca juga: VIRAL! KKB Papua Gunakan Spionase Perempuan Lokal

Dari koordinasi yang dibangun, menurutnya, sebagaian masyarakat menerima, sebagiannya lagi menolak perusahaan itu masuk ke Kebar.

"Tidak banyak masyarakat menerima, sebagian besar mereka (masyarakat-red) menolak perusahaan itu masuk dan beroperasi,"ujarnya.

Tak hanya perusahaan itu, kata dia, sebelumnya ada perusahaan yang sudah masuk lalu beroperasi dan merusak alam sehingga kali ini pihaknya menolak dengan tegas.

Baca juga: Pesan Seto Nurdiantoro agar Garuda Muda Tak Terlalu Pede Lawan Thailand: Jangan sampai Jadi Bumerang

Samuel Narai, mantan Ketua IPMK mengatakan pada 17 Maret 2022, perusahaan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Distrik Kebar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved