Papua Terkini

Dogiyai Papua Membara, Faizal Ramadhani: Anggota TNI Ikut Jadi Korban

Faizal menjelaskan, ada sekelompok massa yang tiba-tiba mencoba membakar pasar.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Terkait peristiwa pembakaran belasan rumah di Kabupaten Dogiyai, Papua, Senin (23/5/2022) dini hari, Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadhani menyebutkan bahwa anggota TNI juga ikut menjadi korban.

Faizal menjelaskan, ada sekelompok massa yang tiba-tiba mencoba membakar pasar.

Aksi tersebut bisa digagalkan oleh aparat keamanan.

Saat menghalau aksi, aparat TNI-Polri sempat diserang massa dengan lemparan batu dan panah sehingga personel mengeluarkan tembakan peringatan.

“Mereka melakukan pelemparan dan panah kepada anggota yang sedang melakukan patroli.”

“Dari kejadian itu dua anggota TNI terluka akibat terkena panah,” kata Faizal.

Baca juga: Ini Otak di Balik Peristiwa Dogiyai Membara

Gagal membakar pasar, massa kemudian membakar rumah-rumah warga yang mereka lalui.

"Awalnya warga yang melakukan pembakaran ini sudah bergabung dan akan membakar pasar namun tidak berhasil sehingga mereka melakukan pembakaran ke rumah warga sekitar," kata Faizal.

Faizal menyebutkan, aparat secara perlahan bisa menguasai keadaan dan sudah mengirim penguatan pasukan dari Kompi C Brimob dari Nabire.

Faizal belum bisa memastikan motif pembakaran, karena saat ini personel masih mendalami kasus tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dogiyai Papua Membara, 18 Rumah Warga Dibakar, Pengungsi Capai Ratusan Orang

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, anggota Polres Nabire sejak pagi tadi sudah diberangkatkan untuk memberikan support terhadap Polres Dogiyai yang baru dibentuk beberapa hari ini.

"Kapolres Dogiyai kan baru dilantik beberapa hari lalu sehingga kekuatan personel masih kekuatan Polsek.  Anggotanya belum cukup. Polres Nabire sudah kesana membackup di sekitar lokasi," bebernya.

Kombel Pol Ahmad Musthofa Kamal berharap, situasi dan kondisi di Dogiyai segera kondisif.

"Kita masih dalami motifnya. Terkesan ujuk ujuk. Apakah ada politik lain, kita harus telusuri faktor apa yang menjadi penyebab terjadi kekerasan pembakaran rumah warga disekitar pasar," tandasnya.

Dia mengakui, tidak ada korban jiwa namun kerugian materil belum bisa diperkirakan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved