Kongres Ke 6 AMAN

Presiden Jokowi Bakal Hadiri Kongres AMAN di Jayapura Papua Oktober Mendatang

Presiden Joko Widodo akan hadir pada Kongres ke-6 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Kabupaten Jayapura, Papua, Oktober mendatang.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan tiba di Bandara Sentani, dalam kunjungan menghadiri Natal Nasional 2014 di Kota Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. Jokowi terlihat dipakaikan mahkota burung Cenderawasih oleh warga Papua. TEMPO/Cunding Levi 

Laporan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir pada Kongres ke-6 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Kabupaten Jayapura, Papua, pada 23-24 Oktober mendatang.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyebut, pihaknya telah mengundang Presiden Jokowi dalam pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) di Istana Kepresidenan, Bogor, pada Jumat (20/5/2022).

Kedatangan Presiden, dikatakan, sekaligus menyerahkan kodifikasi 14 kampung adat dan sertifikasi komunal masyarakat adat, yang telah dikerjakan Gugus Tugas Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Ibadah Syukur Ulang Tahun Bupati Mathius Awoitauw Diikuti Seluruh ASN Kabupaten Jayapura

"Itu merupakan amanat Undang-undang di dalam otonomi khusus Provinsi Papua," kata Mathius dalam acara ulang tahunnya ke-63, di Lapangan Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, Tuhan mempunyai rencana besar  melalui masyarakat adat.

Sehingga kepastian hak, perlindungan, dan pemberdayaan terhadap masyarakat adat, juga hak wilayahnya menjadi masa depan Papua ke depan.

Bupati Mathius Awoitauw saat menyumbangkan sebuah lagu pujian berjudul ‘Hidup Ini adalah Kesempatan’ di hari ulang tahunnya.
Bupati Mathius Awoitauw saat menyumbangkan sebuah lagu pujian berjudul ‘Hidup Ini adalah Kesempatan’ di hari ulang tahunnya. (Tribun-Papua.com/Calvin Erari)
Mathius mengatakan, kedatangan Presiden nantinya merupakan kebanggaan bagi masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Terkhusus di wilayah Tabi, Papua.

Baca juga: Majelis Rakyat Papua Sebut Istana Presiden Lakukan Politik Pecah Belah lewat DOB

Tanggal 24 Oktober 2022 menjadi perayaan sembilan tahun kebangkitan adat di Kabupaten Jayapura.

"Itu merupakan pernyataan sikap, diambil oleh masyarakat adat pada 2013 melalui visi dan misi Bupati, mereka bangkit," katanya.

Menurut Mathius, otonomi khusus Papua memberi kepastian hukum pada masyarakat adat. Sebab, ada aturan untuk dilaksanakan.

"Bagi pemerintah saat ini kita harus siap untuk melihat dan menata daerah, Daerah Otonom Baru (DOB) bulan depan diresmikan, bakal diresmikan undang-undangnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved