Pemekaran Papua

Sejumlah Kepala Daerah Dukung DOB, Kok Lukas Enembe Malah Tolak? Ini Alasannya

Pemerintah Pusat menginginkan kemajuan Papua di semua bidang secara merata, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Benhur Tomi Mano (BTM), Mathius Awoitauw, dan Romanus Mbaraka adalah kepala daerah yang mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tanah Papua.

Benhur Tomi Mano dalam suatu kesempatan kepada Tribun-Papua.com mengatakan, pemekaran terseut sah-sah saja asalkan memenuhi prosedur.

"Apabila sudah diinginkan oleh Pemerintah Pusat, karena keinginan Pemerintah Pusat kan ingin mensejahterakan rakyat, ingin memperpendek rentang kendali pelayanan, supaya daerah-daerah lain bisa maju," kata BTM sapaan akrabnya kepada Tribun-Papua.com melalui gawainya belum lama ini.

Baca juga: Lukas Enembe dan Ketua MRP Dianggap Tak Mewakili Seluruh Aspirasi Rakyat Papua soal DOB

Dikatakan, alasan Pemerintah Pusat menginginkan DOB di Bumi Cenderawasih adalah untuk mensejahterakan rakyat.

"Pemerintah ingin memperpendek rentang kendali pelayanan, supaya daerah-daerah lain bisa maju," ujarnya.

Pemerintah Pusat, menurut BTM, juga menginginkan kemajuan Papua di semua bidang secara merata, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Hal tersebut juga dikatakan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

 

 

"DOB juga akan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat karena tantangan utama adalah kondisi geografis," kata Bupati Mathius.

"Berapa pun dana diturunkan dalam otonomi khusus (otsus), tapi kalau geografis sulit, seperti yang ada sekarang tetap akan mengalami hambatan-hambatan luar biasa," ujar Mathius dalam keterangannya usai bertemu Presiden Jokowi, sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/5/2022).

"Karena itu DOB adalah solusi untuk bisa mempercepat kesejahteraan Papua dan Papua Barat," tuturnya.

Bupati Mathius pun mengklaim pembentukan DOB tersebut merupakan aspirasi murni warga Papua yang telah diperjuangkan sejak lama.

Baca juga: Tolak DOB Papua, Ini Sosok Lukas Enembe, Gubernur Papua yang Mengaku Kerap Mendapat Intimidasi

"Papua Selatan misalnya sudah diperjuangkan selama 20 tahun. Jadi ini bukan hal yang baru muncul tiba-tiba," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved