Info Jayapura

Bank Indonesia Sosialisasi Program SIAP QRIS di Pasar Pharaa

Deddy Irianto mengatakan manfaat digitalisasi pembayaran bagi pedagang yaitu menerima pembayaran secara higienis.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Kepala Divisi Implementasi Sistem Pembayaran dan Pembayaran Rupiah, Deddy Irianto saat memberikan sambutan kepada para pedagang di Pasar Praharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (31/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Bank Indonesia (BI) sosialisasikan Program Sehat Inovasi Aman Pakai (SIAP) dengan menggunakannya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala Divisi Implementasi Sistem Pembayaran dan Pembayaran Rupiah, Deddy Irianto mengatakan manfaat digitalisasi pembayaran bagi pedagang yaitu menerima pembayaran secara higienis.

“Tidak perlu menyediakan uang kembalian, bebas resiko pencurian, dan uang palsu juga dapat membangun kredit profile bagi para pedagang,” kata Deddy, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Transaksi Non Tunai Terus Tumbuh, Bank Indonesia Gencarkan GNNT hingga Uji Coba QRIS Antarnegara

Untuk pembeli, kata Deddy, transaksi lebih cepat aman dan terlindungi efisien tanpa uang kembalian dan lebih higienis tanpa kontak fisik.

"BI bertugas untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi, kontrak kami dengan pemerintah agar peredaran uang tidak lebih dua hingga empat persen kalau tidak ada penyesuaian," ujarnya.

 

 

Dikatakan, BI mempunyai tugas mengeluarkan uang bukan mencetak, namun saat ini peredaran uang di masyarakat diperlukan uang jenis baru.

Menurutnya, alat tukar jenis baru yaitu QRIS, BI dibantu perbankan lakukan sosialisasi agar dapat digunakan oleh pedagang.

Baca juga: Bank Indonesia Target 15 Juta Pengguna Baru QRIS

Pilihan penggunaan QRIS saat ini, kata Deddy jadi pilihan utama agar pedagang tidak perlu khawatir kehilangan uang dan rusak.

"Kami jaga inflasi agar uang tadi diperbaharui. Jadi bukan dicetak atau ditambah oleh BI," katanya.

Ia menjelaskan jika 100 uang dicetak tahun ini sedangkan inflasi dua persen dan kemudian pertumbuhan ekonomi sekitar tiga persen, tahun depan ditambah hingga 105 lembar Rp 100 ribu. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved