Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni, Apa Bedanya dengan Hari Kesaktian Pancasila?

Lalu apa bedanya Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

BPIP
Lambang Garuda Pancasila 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Tahun ini, Hari Lahir Pancasila jatuh pada hari Rabu (1/6/2022) besok.

Lalu apa bedanya Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Dilansir Kompas.com, berikut perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Baca juga: 35 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Bisa Dibagikan Lewat Medsos

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Hari lahir Pancasila ditujukan untuk memperingati 5 dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama kali dikemukakan pada 1 Juni 1945.

Gagasan Pancasila disampaikan Sukarno saat berpidato dalam rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Inti dari 5 konsep Sukarno untuk dasar negara adalah kebangsaan, internasionalisme, permusyawarakatan, kesejahteraan, dan ketuhanan.

Pemikiran Sukarno itu lantas diterjemahkan ke dalam 5 kalimat, yakni:

  1. Ketuhanan yang maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Baca juga: Mengapa Soeharto Tak Ikut Diculik dan Dibunuh Saat G30S?

Setelah menjelaskan lima dasar negara itu, Bung Karno kemudian menyampaikan nama yang tepat tentang dasar negara. Menurut dia, atas petunjuk seorang ahli bahasa, Bung Karno kemudian menyatakan, lima dasar negara tersebut dirangkum dengan nama Panca Sila.

Sila memiliki arti dasar. Sehingga, di atas lima dasar itu Indonesia berdiri sebagai negara yang kekal abadi.

Pemerintah baru menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Satu tahun kemudian, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional.

Pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tanggal 1 Juni diusulkan untuk kembali dijadikan sebagai hari nasional sekaligus diperingati setiap tahun. Usulan itu disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri, yang merupakan Presiden ke-5 Indonesia dan juga putri Bung Karno.

Menurut Mega, sebelumnya SBY pernah berjanji akan memenuhi usulannya itu. Namun, hingga akhir masa kepemimpinannya, SBY belum mewujudkan permintaan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved