Info Merauke

Panen Raya bersama Petani Binaan di Merauke Papua, Legislator NasDem Perjuangkan Kemakmuran Rakyat

H Sulaeman Hamzah mengakui, keberhasilan kelompok tani binaannya panen sebesar 80 persen dari 500 hektar lahannya.

Tribun-Papua.com/ Ida
Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah bersama Sekretaris Komisi V DPR Papua Fauzun Nihayah, dua anggota DPRD Kabupaten Merauke, Sugiyanto dan Johan Federik Paulus, serta Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Merauke, Jefry bersama petani melaksanakan panen raya di Kampung Wasur 2 Merauke, Papua, Senin (30/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Legislator Partai Nasional Demokrat (NasDem)Daerah Pemilihan Papua (Dapil) Papua panen raya bersama petani binaan di Kampung Wasur 2 Kabupaten Merauke, Papua, Senin (30/5/2022).

Pantauan Tribun-Papua.com, para wakil rakyat yang dikagumi masyarakat Papua Selatan tersebut di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua H Sulaeman L Hamzah bersama Anggota DPR Papua Fauzun Nihayah, dua Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Sugiyanto dan Johan Federik Paulus, serta Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Merauke, Jefry menyatu dengan petani.

“Atas undangan Gapoktan Wasur 2, Saya bersama anggota DPR Papua, anggota DPRD Merauke dan ketua DPD NasDem Merauke melaksanakan panen bersama dengan kelompok petani binaan. Bibitnya bersumber dari rumah aspirasi,” tutur Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua H Sulaeman L Hamzah kepada Tribun-Papua.com disela-sela kegiatan.

Baca juga: Rumah Aspirasi H Sulaeman Hamzah Sentuh Komunitas Kecil Warga Binaan Lapas Merauke

Pria berdarah NTT ini mengungkapkan, lahan sawah padi yang dipanen sekiranya mencapai 500 hektar dari total seribu hektar lebih.

Sedangkan, 500 hektar lahan sawah padi lainnya  gagal panen.

Hal itu disebabkan tidak ditunjang pupuk dan air yang cukup.

Sulaeman Hamzah mengakui, kelompok tani binaannya berhasil panen besar mencapai 80 persen dari 500 hektar lahannya.

“Rata-rata petani bisa panen 6 ton per hektar di 500 hektar lahan sawahnya. Cukup membanggakan, tapi kita prihatin dengan Gapoktan tempat lain yang masih panen 1-2 ton per hektar,” ucapnya. 

Baca juga: Anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah Beri Santunan Kepada 90-an Anak Yatim Piatu dan Difabel di Merauke

Menurut Sulaeman Hamzah, petani yang baru bisa panen padi 1-2 per hektar harus dituntun dan didampingi oleh PPL agar menaikkan peringkatnya.  

Ketua Flobamora Provinsi Papua ini menjelaskan, petani merugi karena kurang terpenuhi pupuk subsidi per hektarnya dan keterbatasan air.

“Petani mengusulkan pupuk, tentu harus bisa dipenuhi sesuai kebutuhan. Selain itu, air dari pintu air sampai jaringan irigasi perlu juga dilakukan perbaikan bersama kebutuhan lain seperti alat pertanian yang diminta sebisa mungkin mereka dapatkan. Keluhan semacam ini hampir rutin setiap turun lapangan,” lugasnya.

Sulaeman Hamzah komitmen terus mendampingi dan memfasilitasi masyarakat dengan menyampaikan aspirasi petani kepada Kementrian Pertanian RI melalui rapat-rapat di Senayan.

”Masih memungkinkan nanti dari aspirasi yang disampaikan masyarakat itu saya bawa lagi dirapat senayan. Mudah-mudahan bisa mendapat perhatian pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Pemekaran 3 Provinsi di Papua, Sulaeman Hamzah: Tujuannya Mendekatkan Pelayanan bagi Masyarakat

Sulaeman Hamzah meminta Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke untuk bersama-sama memperhatikan petani yang gagal panen (mengalami kerugian) bisa mendapatkan asuransi petani. 

“Petani Wasur belum dikafer asuransi. Kita upayakan bersama itu. Dinas pertanian kafer asuransi petani sehingga  ketika merugi bisa tertolong. Saya juga sampaikan ke kementrian,” lugasnya. 

Sulaeman Hamzah juga berpesan kepada PPL yang hadir dalam panen raya supaya mengingatkan dinas tanaman pangan untuk melihat keadaan petani dilapangan yang semakinbhari semakin bertambah masalah.

“Kita sebagai pendamping hanya bisa memfasilitasi sesuai tupoksi sebagai anggota DPR RI. Dinas pertanian harus ambil peran untuk meningkatkan pendapatan petani. Alat mesin pertanian, pupuk, asuransi tidak bisa lepas dari dinas. Kita semua sama berharap masyarakat bisa sejahtera, kemakmuran terjawab. Ketika petani makmur, Pemda yang terangkat,” tandas Sulaeman Hamzah. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved