Pemkab Jayapura

Perbaikan Jalan ke Distrik Depapre dan Pelabuhan Tak Kunjung Selesai

Biasanya kapal masuk pagi atau siang, terakhir itu kemarin pukul 18.00 WIT. Sementara malam hari kami pakai lampu charge

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
KURANG TERAWAT – Kondisi jalan di Tol Laut dan Pelabuhan Depapre di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua kurang terawat. SElain itu penerangan jalan juga sering dikeluhkan warga. 

Laporan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sejak diresmikan 2021 lalu, kini kondisi jalan tol Laut dan Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua rusak parah. Termasuk akses jalan menuju Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Jalan Depapre Dipalang Warga karena Tak Diperbaiki, Kadis PU: Hanya Presiden yang Belum Kami Temui

Padahal sejak dua bulan ini, aktifitas di Pelabuhan sudah mulai padat. Karena ada kapal barang dan barang yang bersandar di Pelabuhan itu.

Pantauan Tribun-Papua.com, kondisi pelabuhan ada tiang lampu tetapi tidak menyala pada malam hari, juga rumput meninggi, dan beberapa orang memarkir kendaraan untuk memancing.

Fasilitas lainnya seperti toilet dan tempat jualan tidak dibangun, sehingga masyarakat berinisiatif untuk membangun pondok kecil di dekat pelabuhan.

Insiden KM Sinabung Tabrak KM Nusantara 63 di Pelabuhan Biak, Tak Ada Perubahan Waktu Pelayaran

Sementara, jalan rusak dari Doyo Baru ke Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat. Pengaspalan hanya sekitar satu kilometer dari kampung tersebut, namun menuju Depapre jalan rusak dan berbentuk seperti kolam besar digenangi air.

"Ada kapal penumpang tetapi kecil, biasanya dari Mamberamo, Waropen, singgah disini lalu ke Jayapura," kata Penjual Ketupat, Henny Rumboy di Pelabuhan Depapre, Rabu (1/6/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam seminggu ada tiga kapal yang bersandar di Pelabuhan tersebut. Di antaranya Kapal Sabuk 81 dan Sabuk Nusantara.

Jalan Rusak Kemiri-Depapre Tak Diperbaiki, Masyarakat Adat Hentikan Operasi Galian C di Sentani

Diakui Henny, memang kondisi jalan di pelabuhan tidak terawatt. Selain itu lampu juga rusak sehingga kalua malam pasti gelap.

"Biasanya kapal masuk pagi atau siang, terakhir itu kemarin pukul 18.00 WIT. Sementara malam hari kami pakai lampu charge, jadi terang dari lampu di pondok jualan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved