Nasional

Kemenkes Berupaya Tingkatkan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono meluncurkan formularium fitofarmaka

Editor: Musa Abubar
shutterstock
Ilustrasi obat herbal dan jamu 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono meluncurkan formularium fitofarmaka dalam rangkaian acara Temu Bisnis/Business Matching (BM) Tahap III dengan tema: “Peran Rantai Pasok Dalam Negeri untuk Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI)” yang diselenggarakan pada 30-31 Mei 2022 di Jakarta Convention Center (JCC).

Formularium Fitofarmaka merupakan pedoman bagi sarana pelayanan kesehatan dalam pemilihan fitofarmaka untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan melalui mekanisme penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga: Cacar Monyet Bisa Menyerang Manusia, Simak Gejala dan Penyebabnya

“Peningkatan Fitofarmaka sebagai salah satu unggulan produk dalam negeri merupakan rancangan yang kita tetapkan dalam menuju kemandirian pengobatan untuk masyarakat Indonesia,” kata Dante Saksono Harbuwono dikutib dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dia mengatakan, pemanfaatan fitofarmaka harus benar-benar dioptimalkan dalam kerangka sediaan farmasi di tanah air.

Upaya yang bisa dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan bahan baku alam. Pasalnya, Fitofarmaka harus menggunakan bahan baku asli Indonesia, diproduksi di Indonesia, dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca juga: Suami Cekik Istri karena Tak Terima Diugat Cerai lalu Pura-pura Kesurupan, Pelaku Buron 1 Bulan

Indonesia sendiri memiliki potensi sumber daya melimpah, yang bisa dimanfaatkan dalam pengembangan obat tradisional dan mengurangi ketergantungan impor di antaranya memiliki hutan tropis sekitar 142 juta hektar yang diperkirakan mempunyai 28 ribu spesies tumbuhan dan rumah dari 80 persen tumbuhan obat dunia.

Sekitar 2.848 spesies tumbuhan obat dengan 32.014 ramuan obat tradisional sudah dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengobatan di Indonesia.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Melandai, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Lakukan Vaksin Penguat

“Ini telah memberikan kontribusi bagi 270 juta penduduk Indonesia yang 82,3 % adalah peserta JKN,”ujarnya.

Tak hanya itu, fitofarmaka juga telah dimanfaatkan dalam penanganan pandemi COVID-19. Fitofarmaka digunakan dalam terapi farmakologi untuk pasien dengan gejala ringan sesuai Pedoman Tatalaksana Klinik COVID-19 di Fasilitas Kesehatan.

“Obat tradisional telah dimanfaatkan secara luas pada masa pandemi COVID-19. Sekitar 79 % masyarakat mengonsumsi obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi COVID-19,”katanya.

Baca juga: Menteri Nadiem Anwar Makarim Ajak Praktisi di Dunia Industri Mengajar di Kampus

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved