Pemekaran Papua

17 Demonstran Penolak DOB Papua Ditahan, Irjen Mathius Fakhiri Ungkap Alasan Pembubaran Aksi

Sebanyak 17 demosntran ditangkap terkait unjuk rasa menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Jayapura dan Merauke, Papua.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
BUBAR - Suasana pembubaran massa Demo tolak DOB dan Otsus Papua di Jalan Biak, Abepura, Papua, Selasa (10/05/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebanyak 17 demosntran ditangkap terkait unjuk rasa menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Jayapura dan Merauke, Papua.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menuturkan, belasan orang itu terdiri dari dua demonstran ditahan di Jayapura pada Jumat (3/6/2022).

Sementara di Merauke, ada 15 orang ditahan pada Sabtu (4/6/2022).

Baca juga: Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak Disebut Menolak DOB Papua, Kemendagri: Bikin Bingung Masyarakat

"Saat memaksakan diri melakukan aksi demo ada beberapa orang yang kita amankan, setelah kita mintai keterangan mereka kita pulangkan," ujar Fakhiri di Jayapura, Minggu (5/6/2022) malam.

Fakhiri menjelaskan, alasan aparat keamanan mengamankan 17 orang tersebut karena aksi mereka tidak memiliki izin.

Penawaran polisi yang akan memfasilitasi kendaraan untuk para pendemo ke kantor DPRD masing-masing pun ditolak massa.

"Mereka ingin menggelar aksi demo (tapi) kami tidak berikan izin karena mereka tidak bisa memenuhi prosedur perizinan yang diatur oleh undang-undang di negara ini," kata Fakhiri.

Menurut Fakhiri, massa yang mengatasnamakan Petisi Rakyat Papua (PRP) sudah berulang kali menggelar demonstrasi yang sama dan selalu memaksa untuk melakukan long march ke Kantor DPR Papua.

Keinginan tersebut tidak mungkin dikabulkan karenaakan menganggu aktivitas masyarakat lain.

Baca juga: Teriakan Referendum Bergema dalam Aksi Tolak DOB di Timika, Disusupi OPM?

"Tolong hargai juga kepentingan masyarakat lain yang ingin beraktivitas. Polisi tidak menghalang-halangi hak untuk menyampaikan aspirasi, tapi itu harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku," tutur Fakhiri.

Aksi unjuk rasa menolak rencana pembentukan DOB sudah empat kali dilalukan di sejumlah kabupaten/kota di Papua.

Terakhir aksi tersebut dilakukan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Jayawijaya dan Merauke, pada Jumat dan Sabtu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "17 Orang Ditangkap Terkait Aksi Tolak DOB, Kapolda Papua: Setelah Dimintai Keterangan, Kita Pulangkan",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved