Minggu, 12 April 2026

Pemekaran Papua

BEM USTJ Sesalkan Tindakan Represif Polisi saat Bubarkan Demo Tolak DOB

Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi (USTJ), Roni Tigi mengatakan, selaku mahasiswa sangat sesalkan tindakan represif pihak kepolisian.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Suasana saling dorong massa demonstrasi pagi itu, Jumat (3/6/2022) di depan Uncen Abepura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) menyayangkan sikap Polresta Jayapura kota saat membubarkan massa demonstrasi tolak DOB dan Otsus, Jumat (3/6/2022) lalu.

Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi (USTJ), Roni Tigi mengatakan, selaku mahasiswa sangat sesalkan tindakan represif pihak kepolisian.

"Kami dari BEM USTJ menyayangkan sikap kapolres Jayapura kota tentang pembubaran secara paksa. Dan yang lebih kami sesalkan, kapolres mengatakan bahwa foto Mahasiwa yang luka-luka itu Hoax," kata Roni Tigi kepada Tribun-Papua.com,Senin (6/6/2022) di Jayapura.

Baca juga: Beredar Foto Massa Aksi Demo Tolak DOB dan Otsus Terluka, Polisi: Itu Hoax

Roni mengatakan,salah seorang Mahasiswa USTJ David Goo yang mengikuti aksi menjadi korban tindakan represif oleh kepolisian.

"David salah satu mahasiswa yang ikut aksi dan mendapat tindakan represif oleh pihak keamanan, dalam hal ini Polresta Jayapura Kota, "ujarnya.

 

 

Menurutnya, ada dua orang itu yakni mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) David Goo dan Mahasiswa Universitas Cendrawasih Yebet Degei. Keduanya mengalami luka-luka parah di kepala.

Baca juga: Ini Alasan Aliansi Pemuda Papua Kecam Penolak DOB dan Otsus: Akses Warga Semakin Mudah dan Cepat

"Jadi bagaimana bisa bapak Kapolresta Jayapura Kota nyatakan foto itu hoax," sesalnya.

Lebih lanjut kata Roni,mahasiswa USTJ menyayangkan sikap kapolres Jayapura kota yang tidak humanis.

"Kami sangat sayangkan, bapak Kapolres tidak humanis, Terlebih kepada kami mahasiswa yang dipukul mundur secara membabibuta," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved