Siswa SMA Diminta Bayar Denda Beberapa Karung Semen karena Telat Ambil Ijazah, Ini Kata Disdik Riau

Seorang siswa SMA di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, didenda karena terlambat mengambil ijazah.

Pexels.com/RF._.studio
Ilustrasi siswa belajar 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang siswa SMA di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, didenda karena terlambat mengambil ijazah.

Kasus tersebut dilaporkan pihak siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.

Siswa tersebut, dalam laporannya ke Disdik Riau, mengaku diminta membayar denda berupa sejumlah karung semen untuk bisa mengambil ijazahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Riau, M Job Kurniawan melalui Kepala Bidang SMA, Aristo mengatakan, persoalan ini terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu.

Baca juga: Viral Video Call Mesum Oknum Kepala Sekolah di Sumenep, Disdik Turun Tangan: Ini Kan Masalah Moral

Terkait hal ini, Disdik Riau menegaskan bahwa tidak ada syarat apa pun untuk pengambilan ijazah siswa SMA yang ada di Bumi Lancang Kuning.

"Tidak ada syarat apa pun untuk pengambilan ijazah, kecuali utang-utang pribadi siswa, Seperti utang berkaitan dengan uang sekolah dan beli ini dan itu. Tapi, saya sudah tegaskan kepada kepala sekolah, supaya itu tidak mempersyaratkan untuk pengambilan ijazah," ucap Aristo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (6/6/2022).

Dia menyatakan bahwa apabila ada utang siswa, agar satuan pendidikan dapat menyelesaikannya dengan baik tanpa membebani siswa atau orangtua siswa. Apalagi sampai menahan ijazah.

"Kalau utang siswa tidak bisa diikhlaskan sekolah, hubungi saya. Saya bilang begitu. Nanti kita selesaikan utang itu," tegas Aristo.

Baca juga: Emosi Ditegur karena Minum Miras, Siswa SMK Ancam Keroyok Gurunya hingga Sebabkan Bentrok Antarwarga

Terkait adanya laporan syarat pengambilan ijazah siswa harus melunasi denda dengan sejumlah semen, Aristo menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada kepala sekolah.

"Kita sudah klarifikasi. Berdasarkan pengakuan kepala sekolah tidak ada yang seperti itu. Denda semen itu memang ada untuk sanksi bagi siswa yang terlambat," sebut Aristo.

"Sedangkan, terkait pengambilan ijazah, saya sudah lama menegaskan bahwa pengambilan ijazah tanpa syarat, dan kepala sekolah sudah tahu itu. Jadi tidak ada namanya bayar denda semen," tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa siswa yang kena sanksi tetap bisa mengambil ijazah dan pihak sekolah harus menyerahkan ijazah tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Terlambat Ambil Ijazah, Siswa SMA di Inhu, Riau, Diminta Bayar Denda Beberapa Karung Semen

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved